Polres Mappi Tangkap Satu Pelaku Penganiyaan Berujung Maut

0
Anggota Polres Mappi membawa salah satu pelaku penganiayaan berujung maut (tengah) ke Mapolres.

Anggota Polres Mappi membawa salah satu pelaku penganiayaan berujung maut (tengah) ke Mapolres.Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Petugas dari Polres Mappi berhasil meringkus  satu dari dua pelaku penganiyaan yang mengakibatkan seorang petani bernama Yakobus, meninggal dunia, Minggu (11/10). Pelaku berinisial CK diringkus  di  Kampung Rayam, Distrik Obaa, Mappi, Senin (12/10).

Kapolres Mappi, AKBP Cosmos Jeujanan mengemukakan pelaku sudah dibawa ke Mapolres guna proses lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Pelaku LB, sebelumnya, sudah menyerahkan diri, pasca kejadian. Kini keduanya sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reskrim. Penyidik juga sedang menggali keterangan dari saksi-saksi.

“Jadi kasus ini, dipicu oleh miras, hingga akhirnya juga membuat antar kampung ribut,” ujar Kapolres kepada media ini, kemarin.

Mengenai kronologisnya, Kapolres menerangkan, Sabtu sore, kedua pelaku sedang menenggak miras jenis sopi. Setelah habis, mereka melanjutkan minum kopi di rumah pelaku CK, di kompleks rayam sampai dengan larut malam. Sekira pukul 00.00 Wit, pelaku melihat korban turun dari arah jalan raya menuju ke perumahan kompleks rayam dan melompati dinding rumah. Lantas, pelaku meneriaki korban sambil berkata ‘ woi Yako, ko jangan masuk ke rumah situ’.

Setelah keluar dari rumah tersebut, korban didatangi pelaku dan menanyakan maksud dan tujuan korban ke sana apa. Lalu, korban menjawab tidak ada. Merasa tidak puas dengan jawaban korban, pelaku CK langsung menampar korban sebanyak tiga kali di bagian pipi kiri dan kanan. Kemudian, pelaku LB memukulnya  hingga mengeluarkan darah dan terjatuh.  Meski sudah terjatuh, pelaku LB masih  menendangnya hingga beberapa kali. Pelaku CK, juga kembali memukulnya.  Setelah itu kedua  pelaku melihat korban sudah tidak bergerak dan mencoba membangunkan korban. Namun, korban tidak sadarkan diri atau sudah tidak bernafas lagi.

“Pelaku LB, sempat meminta tolong kepada suadaranya untuk menyiramkan air pada bagian kepala dan dada korban berkali-kali. Hanya saja, korban tetap tidak sadarkan diri,” beber Kapolres.   Atas insiden itu, keluarga korban tidak menerima hingga terjadi pengrusakan dan saling serang  antara keluarga korban dengan pelaku.  Namun, polisi berhasil mengatasinya dan kini situasi sudah aman kondusif.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *