Pembelajaran Online Tidak Efektif, SMKN 2 Terapkan Pembelajaran Secara Offline
Kepsek dan Wakasek Kurikulum SMKN 2 Merauke, Metty Abigael Wabiser, S. Pd dan Juliana Untayana. Foto: PSP/CR22
Merauke, PSP – Sejak Tahun ajaran baru lalu dimulai, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Merauke menerapkan proses pembelajaran secara Offline, karena melihat keterbatasan siswa dalam mengikuti pembelajaran online.
” Kita untuk proses pembelajarannya itu Offline, karena kalau kita secara online tidak berjalan maksimal karena kita punya siswa ada keterbatasan dalam memiliki Handphone dan pulsa data sehingga supaya semua bisa belajar kita lakukan secara offline,” kata Kepsek SMKN 2, Metty Abigael Wabiser, S. Pd didampingi wakasek kurikulum, Juliana Untayana saat ditemui di ruang kerjanya kemarin, (13/10).
Dijelaskan, jadwal pembelajaran dilakukan secara bergilir dengan tujuan agar tidak ada kerumunan orang banyak di dalam lingkungan sekolah.
” Kita bagi setiap pembelajaran, untuk senin-selasa jadwal kelas X mereka belajar mata pelajaran umum di dalam kelas dan karena ini pandemi kita hanya beri waktu pembelajaran di mulai dari jam 08.00 sampai 11.00, kalau kelas X pembelajaran di dalam kelas, kelas XI dan XII mereka praktek di ruang praktek dimulai dari pukul 08.00 WIT sampai jam 12.00 WIT,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada saat proses pembelajaran berlangsung, pihak sekolah juga tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan menyiapkan berbagai fasilitas seperti, tempat cuci tangan, dan selalu ada pengukuruan suhu kepada setiap guru, dan siswa.
” Yang kami siapkan dari mulai Hand Sanitizer, tempat cuci tangan, pengecekan suhu, masker dan selain ada piket di bagian depan, kami juga siapkan piket di setiap jurusan,” tambahnya.
Sebelumnya pada semester lalu, SMKN 2 Merauke melakukan pembelajaran secara online, namun setelah dilakukan evalusi, ternyata banyak siswa yang tidak dapat mengikuti pembelaharan, sehingga pembelajaran online tersebut diganti dengan pembelajaran offline. ” Semester lalu itu kita sempat coba daring, ternyata tidak efektif. Setelah dilakukan evaluasi semester lalu, akhirnya masuk tahun ajaran baru kita ubah karena keterbatasan fasilitas jadi lebih baik kita Offline saja,” pungkasnya. [CR22-NAL]
