Stok Telur Terbatas, Picu Kenaikan Harga Telur Ayam

0
Thomas Kimko

Thomas Kimko

Merauke, PSP – Melambungnya harga telur ayam ras belakangan ini dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah telur ayam di Merauke. Pasalnya, pasca mewabahnya Avian Invluence (AI) yang menjangkit ayam peternak beberapa bulan lalu, setidaknya butuh waktu 6 bulan untuk menyiapkan ayam dari bibit hingga siap memproduksi telur.

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (Hipar) Merauke, Thomas Kimko, mengatakan, meski beberapa pengusaha telah berupaya mendatangkan telur dari Surabaya. Namun, rupanya masyarakat kurang menyukai dan lebih memilih telur dari peternak asli Merauke.

“Saat ini telur dari Surabaya ada beberapa pemasok yang datangkan. Namun, telur Surabaya rupanya kurang diminati oleh masyarakat Merauke. Karena kita tau bersama kualitas kurang bagus. Sementara berlahan-lahan bibit sudah mulai masuk Merauke, dan juga walaupun belum ada produksi, tetapi produksi yang lama masih cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan di Merauke, walaupun memang harga masih cukup tinggi,” kata Thomas kepada Papua Selatan Pos, melalui sambungan telapon, Minggu (11/10/2020).

Thomas menambahkan, Setidaknya, ayam ras yang saat ini masih produktif merupakan sisa ayam ras yang selamat dari merebaknya virus beberapa bulan lalu. Jika dipersentase, jumlahnya sekitar 50 persen dari sebelumnya. “Sekarang rata-rata 50 persen yang produksi, dengan jumlah perharinya kurang lebih 5000 butir telur,” sebutnya.

Thomas memastikan, mahalnya telur akan terus terjadi sampai 5 bulan kedepan, sampai bibit ayam yang telah ada siap memproduksi. “Iya, saya pastikan demikian. Karena saya sendiri DOC (bibit ayam) baru masuk beberapa minggu lalu. Sehingga produksi juga belum bisa. Sekitar 5 bulan kedepan baru bisa,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *