Bertambah Dua, Pasien Positif Covid-19 Boven Digoel Jadi Empat

0
Jumpa pers sekertaris satu gugus tugas penanganan covid-19 boven digol Yoseph Awunim didampingi ketua pokja kesehTan covid -19 dokter Yuki (2)

Jumpa pers sekertaris satu gugus tugas penanganan covid-19 boven digol Yoseph Awunim didampingi ketua pokja kesehTan covid -19 dokter Yuki . Foto: PSP/VER

Dr. Yuki : Identitas pasien positif covid-19 ataupun reaktif rapid test wajib dirahasiakan

Tanah Merah, PSP – Pejabat Sementara Bupati Boven Digoel, Paskalis Netep dalam konferensi pers, Senin, 5/10/2020 mengatakan, dari hasil pemeriksaan swab terhadap 11 orang yang oleh tim gugus tugas Covid-19 Boven Digoel 9 orang diantaranya negatif dan dua orang diantaranya positif Covid-19. Dengan demikian total Kasus Covid-19 di Boven Digoel 25 Orang dengan 4 pasien dalam perawatan dan 21 orang sembuh.

“ 4 orang yang terpapar Covid-19, membuktikan sampai saat ini virus covid-19 masih ada di Boven Digoel dan menjadi ancaman seluruh masyarakat yang harus diwaspadai dengan terus mentaati protokoler kesehatan,” ujar Paskalis.

Masih di tempat yang sama, Ketua Kelompok Kerja Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Boven Digoel, Dokter Yuki mengungkapkan, dua pasien yang baru saja dinyatakan positif Corona satu diantaranya mempunyai hubungan erat dengan pasien nomor 22, yang tak lain merupakan orang tuanya. Sedangkan satu lainya tidak punya kaitan dengan dua pasien yang sebelumnya dinyatakan positif pada pekan lalu.

Menurutnya, semua pasien positif corona telah ditangani pihaknya. Dimana kini tengah menjalani perawatan di RSUD Boven Digoel dan hingga kini penanganan covid-19 yang ditangani pihaknya dapat dikatakan tergolong berhasil, yang dibuktikan dengan sembuhnya pasien tanpa ada yang meninggal.

“ Empat orang yang terpapar Covid-19 saat ini kita sudah isolasi mandiri dan dirawat di RSUD Boven Digoel. Sementara untuk pasien yang meninggal saat ini kita belum ada. Memang ada beberapa pasien saat kita lakukan pemeriksaan dia reaktif dan pada saat kita ambil sempel, dan sempel ini belum keluar pasiennya sudah meninggal tapi setelah sempelnya keluar ternyata tidak terinfeksi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Boven Digoel membantah pihaknya membocorkan atau membagikan identitas warga yang reaktif rapid test dan juga positif covid-19.

Dokter Yuki mengungkapkan identitas pasien positif covid-19 ataupun reaktif rapid test wajib dirahasiakan. Hal ini untuk menjaga privasi dari pasien bersangkutan agar tidak diketahui masyarakat banyak.

Menurutnya informasi tersebarnya  salah satu pasien reaktif rapid beberapa waktu lalu di media sosial yang merupakan salah satu komisioner KPUD Boven Digoel, bukanlah dilakukan pihaknya. Hal ini mengingat foto yang beredar di media social, berbeda dengan data foto yang ada pada pihaknya. Dengan demikian hampir dipastikan jika pelaku yang menyebarkan hasil rapid test tersebut adalah oknum tidak bertanggungjawab di luar tim gugus tugas.

“Saya mau tekankan bahwa foto hasil repit Test yang beredar di media social itu berbeda dengan foto yang kita pegang, itu sengaja dibuat orang yang tidak bertanggung jawab. Karena pasien yang reaktif maupun positif itu harus dirahasiakan identitasnya,” ungkapnya.

Dokter Yuki melanjutkan selama ini banyak persepsi masyarakat yang salah terkait covid-19, dengan memfonis penyakit tersebut merupakan aib bagi penderitanya. Pola pikir tersebut tentunya harus dirubah, mengingat peredaran covid-19 sangat mudah dan siapapun dapat tertular

“Untuk di Boven Digoel bagi mereka yang telah dinyatakan positif covid-19 masyarakat tidak perlu khawatir dengan mencari tahu identitas pasien, karna dipastikan pasien bersangkutan telah dilakukan karantina di rumah sakit,” pungkasnya. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *