Beras Tidak Laku, Sujarno Tunda Pernikahan Anaknya

0
Ibu - ibu yang ikut berunjuk rasa di Kantor Bulog Merauke (3)

Ibu - ibu yang ikut berunjuk rasa di Kantor Bulog Merauke. Foto: PSP/ERS

<div id=”bc6d753857fe3dd4275dff707dedf329″></div>

<script async src=”https://click.advertnative.com/loading/?handle=8327″ ></script>

Sujarno : Sebutir pun beras kami tidak ada yang keluar

Merauke, PSP – Raut kesedihan para petani, sangat tampak saat menyampaikan keluhan mereka tentang menumpuknya beras hasil tanam mereka. Hal itu membuat para petani kewalahan mencari pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, ada petani terpaksa menunda pernikahan anaknya dikarenakan tidak ada uang melaksanakan pesta.

“Pak, beras kami menumpuk dirumah, sebutir pun belum ada keluar sampai sekarang. Sampai pernikahan anak saya gagal karena tidak ada uang, padahal saya sudah janji kalau beras laku anak dinikahkan,” ujar Petani asal Telaga Sari, Sujarno saat ikut dalam unjuk rasa di Kantor Bulog Merauke, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Supinem asal Kampung Suka Maju. Dirinya merupakan seorang janda yang keseharaiannya menggarap sawah. Namun, belakangan ini terus di kejar – kejar kredit Bank.

“Kami mengajukan kredit ke bank, sekarang terus dikejar, tapi beras tidak laku. Apalagi, kami sebagai janda, bekerjanya menggarap sawah beras, kalau masih punya suami masih bisa kerja, sudah nggak punya suami , tapi punya anak sekolah, adanya cuma beras tapi nggak laku,” ujar Supinem kesal.

Para petani itu mengaku, tidak ada pemasukan lain selain hasil bertanam padi. “Tidak ada pendapatan lain lagi pak, anak butuh uang kos, kuliah nggak ada uang, beras nggak laku. Mau beli pupuk dan obat juga nggak ada uang. Mau bayar kredit pun nggak ada uang,” timpal Sumini. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *