Mahuze Mandiri Siap Kembangkan Eko Wisata Biras di Kampung Wasur

0
Salah satu Eko Wisata di Biras Kampung Wasur yang akan dikembangkan.

Salah satu Eko Wisata di Biras Kampung Wasur yang akan dikembangkan.Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Eko Wisata Biras di Kampung Wasur saat ini sedang gencar – gencarnya dikembangkan. Pengembangan tempat wisata yang ada ini, dipandang perlu mengingat potensi alam diwilayah itu mempunyai nilai tersendiri terlebih dilihat dari sisi sejarah.

Masyarakat setempat pun termandatkan sebagai pelaku pengelola Eko Wisata yang kedepan dipandang memiliki potensi menarik wisatawan.

Agustinus Mahuze,S.Pd yang merupakan penginisiasi pengembangan Eko Wisata Biras, mengatakan inisiatif pengembangan Eko Wisata yang melibatkan masyarakat sudah mulai sejak tahun 2019 lalu.

“Kami sudah membentuk Mahuze Mandiri untuk mengelola ini. Kami berangkat dari adanya potensi yang harus dikelola lebih profesional. Dan dibantu pula oleh organisasi maupun akademisi dari luar guna peningkatan kapasitas,” ujar Agustinus Mahuze.

Kelompok Mahuze Mandiri pengelola Eko Wisata Biras Kampung Wasur.Foto: PSP/ERS

Tak hanya itu, kata Agustinus, Balai Taman Nasional Wasur (BTNW) juga terlibat dalam pengembangan Eko Wisata ini terlebih untuk pengembangan infrastruktur. “Tahun ini juga akan dibangun Santuari oleh BTNW dilahan seluas 16 hektar,” kata dia.

Ia melanjutkan, Kelompok Mahuze Mandiri sedianya hingga kini terus didampingi, walaupun berbicara mengenai legalitas kedepannya akan tetap diorganisir.

“Secara rutin kami sudah melakukan rapat pengurus untuk pengelolaan. Karena, setelah kami lakukan gebrakan ini, masyarakat di kampung juga mulai membuat lahan pemancingan di Kolam Wasur (Kowas) yang dikelola oleh marga Basik -Basik, begitupun taman anggrek dikelola oleh marga Kaize,” ucapnya.

Dikatakan Agustinus, pengembangan Eko Wisata di Wasur sepantasnya akan terus dikawal, mengingat wilayah ini memiliki potensi menarik wisatawan. “Kami bukan hanya dalam istilah hangat – hangat kuku saja. Tetapi kami membutuhkan fisik kedepannya untuk membangun eko wisata ini. Sebab, menurut saya untuk perubahan ekonomi memang harus dimulai dari kelompok dan kearifan lokal menjadi objeknya,” pungkas Agustinus. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *