Daring Kurang Efektif, SMAK Merauke Upayakan Pembelajaran Tatap Muka
Abraham Angwarmase
Merauke, PSP – Sejak kasus Covid-19 di Merauke bertambah, sekolah dipaksa harus melakukan proses pembelajaran dengan metode daring. Hal tersebut juga dilakukan oleh Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Yohanes Don Bosco Merauke.
Dimana sejak dimulainya tahun ajaran baru, proses pembelajaran berjalan dengan menggunakan 2 metode, yaitu pembelajaran daring dan pemberian modul pembelajaran.
” Untuk pembelajaran dari rumah, karena siswa kami ini banyak tidak memiliki hp Android, sehingga proses pembelajaran di sini adalah yang punya Hp ikut pembelajaran online, dan yang tidak punya Hp kami siapkan materi dan tugas,” kata Kepala sekolah SMAK Merauke, Abraham Angwarmase saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (2/8).
Dikatan Abraham, setelah berjalan selama 2 bulan, proses pembelajaran tersebut dinilai kurang efektif. Karena pihaknya melihat bahwa materi pembelajaran yang disiapkan sekolah tidak semua siswa mempelajarinya.
” Kita sudah jalan 2 bulan melakukan proses pembelajaran tersebut, dan kami sudah evaluasi bahwa memang tidak efektif karena materi pembelajaran yang kita berikan juga tidak seluruh siswa mempelajarinya,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya berencana untuk melakukan kembali proses pembelajaran tatap muka. Namun tetap mengutamakan protokol kesehatan.
” Setelah evaluasi kemarin, kami berencana kalau memungkinkan kami akan meminlta izin ke Gugus Tugas Covid Merauke dan bila diijinkan kami akan memulai pembelajaran tatap muka pada minggu ke-2 bulan ini,” pungkasnya. [CR22-NAL]
