Cegah Penyebaran Covid-19, Pemda Merauke Tutup Jasa Penumpang Kapal Laut
Fransiskus Anggawen, S.Sos, M.Si
Merauke, PSP – Pemerintah Kabupaten Merauke kembali menutup Jasa pengangkutan penumpang kapal laut, baik keluar maupun masuk ke Kabupaten Merauke. hal ini untuk menghindari semakin meluasnya sumber penyebaran virus corona.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Fransiskus Anggawen mengatakan bahwa pertimbangan pemerintah melakukan penutupan mengingat jumlah penumpang kapal laut lebih banyak. Selain itu, sistem pengawasan kepada penumpang setelah keluar dari kapal cenderung lebih susah dilakukan dari pada penumpang pesawat.
“Jadi biasanya penumpang laut ini kan lebih banyak, jadi kita susah monitor. Kalau pesawat kita masih bisa monitor, setiap penumpang kita bisa tahu dia punya alamat. Kalau kapal, itu sudah dimonitor, ini yang kita kawatir,” ujar Frans kepada Papua Selatan Pos diruang kerjanya, Kamis (27/8).
Frans menambahkan, bahwa keputusan penutupan ini murni bersumber dari kebijakan bupati Merauke. Pasalanya, untuk menangani sejumlah pasien yang bersumber dari laut saja pemerintah kerepotan, apalagi jika nantinya muncul pada penumpang laut yang secara kuantitas lebih banyak.
“Ini tergantung pak bupati, kalau beliau sudah balik dulu, baru nanti kita bicara lagi, apa bisa dibuka atau tidak. Kita juga pertimbangannya ke teman-teman dikesehatan. Kalau ada yang kena, dari yang udara mereka saja sudah repot, apalagi laut. Kita bisa bingung nanti menampungnya dimana. Sedangkan rumah sakit juga kapasitasnya terbatas,” pungkasnya.
Selain itu, Frans menuturkan bahwa pemerintah daerah belum memiliki rencana untuk kembali melakukan penutupan penumpang jalur udara. Menurutnya, paling tidak pemda akan mengurangi jadwal penerbangan. “Belum ada, semua tergantung Bupati. Karena belum ada perintah dari bupati ya belum bisa. Mungkin yang tadinya 4 kali seminggu menjadi 2 kali,” ungkapnya. [WEND-NAL]
