Petugas Medis Minta Plt Direktur RSUD Boven Digoel dievaluasi
Tenaga medis Saat audiens bersama dengan Sekda boven digoel di aula kantor bupati selasa kemarin. Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Sejumlah tenaga medis di RSUD Boven Digoel mendatangi Kantor Bupati untuk menyampaikan keluhan mereka terkait kurangnya perhatian Plt Direktur RSUD Boven Digoel terhadap fasilitas kesehatan di RSUD, Rabu, 26/8/2020. Akibat kurangnya perhatian, menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan.
Mereka menilai Plt Direktur RSUD kurang memperhatikan fasilitas kesehatan seperti obat-obatan. Selain itu, dinilai tertutup dan tidak ada koordinasi dan komunikasi dengan bawahan dan ada juga berbagai kebijakan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan internal RSUD Boven Digoel.
Dengan adanya persoalan itu, mereka meminta pada pimpinan daerah untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Plt Direktur RSUD boven digoel dan juga mengganti.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Boven Digoel, Farli Mangulu mengatakan kami melihat ada keputusan-keputusan yang diambil oleh direktur itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan bersama di rumah sakit. Melibatkan dokter dalam mengambil sebuah keputusan itu sangat jarang, terkesan jalan sendiri. Biasanya ada masalah dirapatkan, sudah tiga bulan tidak pernah lakukan rapat-rapat.
“ Padahal masalah selalu ada contohnya masalah obat-obatan. Akhirnya kita mengambil jalan untuk minta kepada pemerintah daerah untuk mengevaluasi kepemimpinan direktur RSUD, kalau dia tidak mampu dan mengkoordinir kami buat apa dipertahankan kita tidak menyorot pribadinya kita menyorot apa kebijakannya,” ungkap dokter Farli yang juga sebagai Ketua IDI Boven Digoel itu..
Sebelumnya pada beberapa waktu lalu Petugas medis mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Boven Digoel untuk mengajukan persoalan tersebut ke pihak legislative, dan selasa kemarin kembali pihak medis mendatangi Pemda Boven Digoel untuk mengajukan suara yang sama dan diterima Sekertaris Daerah Kabupaten Boven Digoel Yoseph Awunim.
Menanggapi tuntutan itu, Sekertaris Daerah boven digoel Yoseph Awunim mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Plt Direktur RSUD Boven Digoel. Namun iya meminta waktu kepada para tenaga medis untuk menelusuri persoalan yang sedang terjadi internal RSUD Boven Digoel.
“Dengan laporan ini kita akan menelusuri pasti penyebab permasalahan yang terjadi untuk dijadikan solusi terbaik sehingga hal tersebut tidak berimbas pada turunya kualitas pelayanan medis di boven digoel. Jadi kita akan panggil direktur untuk mengkroscek kembali,”pungkasnya.
Sementara Pelaksana Tugas Direktur RSUD Boven Digoel, Novita Tandi saat diminta tanggapannya mengatakan tidak benar jika dalam mengambil setiap kebijakan dirinya dilakukan secara sepihak tanpa berkordinasi dengan komponen lainnya di RSUD Boven Digoel. Sementara terkait dengan kekurangan stok obat dirinya mengakui benar adanya namun hal ini terjadi karena terlambatnya pengisian ekatalog, ditambah lagi ada tanggungan yang belum dibayarkan RSUD Boven Digoel pada pihak ketiga. Namun menurutnya meskipun terdapat tanggungan yang belum terbayarkan menjadi salah satu penyebab lambatnya pengiriman obat pihaknya telah menyelesaikan itu dimana kini sejumlah obat yang mengalami kekosongan sementara dalam proses pengiriman. “Memang RSUD boven digoel sangat terlambat, kami hanya pimpinan berganti tapi dibawah tidak ada pergantian sama sekali, yang bertanggung jawab dalam pengadaan obat, pihak dari Apotik sudah harus memahami jalur-jalurnya tidak perlu menunggu kami. Kemarin alasanya belum adanya ditetapkannya PTK dan PPTK itukan pejabat lama sampai bulan april. harusnya dalam proses sebenarnya pengimputan ekatolog harus dari bulan januari atau februari ini yang menjadi keterlambatan pasokan obat-obat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. [VER-NAL]
