Pembentangan Bendera Merah Putih Sepanjang 75 Meter di Dusun Hasto Memiliki Nilai Mendalam
Pembentangan bendera merah putih sepanjang 75 meter di dusun Hasto, Kabupaten Mappi, menyambut HUT RI ke-75.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Pembentangan bendera merah putih sepanjang 75 meter di Dusun Hasto, Kabupaten Mappi, di momen HUT RI ke-75, tahun ini, memiliki makna yang cukup mendalam. Disana, ada nilai-nilai kebangsaan, nilai sejarah, rasa cinta tanah air dan penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di medan perang untuk mempertahankan NKRI.
Komandan Kompi (Danki)-2 Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Iptu Afrah,S.Kom, selaku inisiator kegiatan mengemukakan pembentangan bendera itu melibatkan seluruh elemen masyarakat, unsur pemerintah hingga TNI dan Polri, yang bertugas di Kabupaten Mappi. Penunjukkan lokasi pembentangan itu juga butuh proses, karena mempertimbangkan berbagai aspek. Namun, setelah ditemukan ada nilai-nilai yang memiliki makna, maka dusun Hasto ditetapkan, sebagai lokasi.
“Jadi kita ke sana, kita lihat dulu, ternyata ada history sejarah disana,” kata Iptu Afrah, kemarin.
Dia menyebut, alasan pembentangan bendera 75 meter, juga memiliki arti sendiri. Panjang itu dibuat, lantaran usia HUT RI tahun ini, ke-75. Cukup panjang proses menuju pembentangan bendera kebanggaan Repulik Indonesia tersebut.
Pembentangan itu memiliki tujuan, yang pertama untuk kebangsaan. Yakni, ingin meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada masyarakat, kesamaan derajat, kemudian demokrasi. Dengan demikian, masyarakat yang terisolir itu bisa terbuka aksesnya.
Kedua, aspek kebangsaan. Ada 176 para pejuang kemerdakan di Kabupaten Merauke, salah satunya, Jeremias Jenemo, putra Edera, yang memiliki anak dan cucu di dusun Hasto. Lokasinya, cukup dekat dengan pengibaran bendera.
“Kita ingin memberikan penghormatan kepada pahlawan (Jeremias Jenemo,red), yang menerima piagam penghargaan Pepera, 22 Desember 1986 dan satya lencana Pepera oleh Presiden Suharto,” terangnya. Di sana pula, kata Danki, ada nilai budaya dan pariwisata yang bisa didorong. Kemudian ada peninggalan sejarah, berupa sumur peninggalan Belanda, begitu juga dengan bangunan-bangunan. “Dengan pembentangan bendera itu, kita ingin mengangkat sejarah, mappi post tersebut,” pungkasnya.
[FHS-NAL]
