21 Mei 2024

ULP Belum Dibayar, Sejumlah Guru Datangi Dinas Pendidikan

0

Kepala Dinas Pendidikan saat menemui para guru.Foto: PSP/CR22

Merauke, PSP – Sejumlah guru mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Merauke untuk mempertanyakan Uang Lauk Pauk (ULP) yang selama 3 bulan belum dibayarkan, Rabu, 22/7/2020. Salah satu guru yang mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Maria Magdalena mengatakan maksud kedatangan guru-guru tersebut untuk menanyakan kenapa sampai saat ini ULP tersebut belum juga dibayarkan. 

“Yang kami kecewakan adalah mengapa pengawas mendapatkan ULP, sedangkan kenapa kami guru-guru SD ini tidak dapat,” kata Maria yang juga guru di salah satu Sekolah Dasar di Merauke ini.

 “ Kenapa dari bulan April, Mei, dan Juni, kami guru TK, SD, dan  SMP belum mendapatkan ULP, itu yang kami pertanyakan,” tanyanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Merauke, Soni Betaubun mengatakan, keterlambatan pembayaran ULP selama 3 bulan bagi guru diakibatkan karena adanya pemotongan akibat dampak dari Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.

“Sementara ini kan kita punya DPA kita berpenggeseran karena kejadian luar biasa, yang namanya Covid-19 inikan kemarin seluruh OPD di kabupaten Merauke memberikan kontribusi kesehatan, ketika semua harus dipotong DPA tersebut harus diperbaiki,” kata Soni saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini DPA tersebut belum berada di Dinas Pendidikan, sehingga pembayaran ULP bagi guru belum dapat disalurkan.

“Kalau DPA belum ada di tangan kami. Kita belum bisa mengatakan siapa yang bayar siapa yang tidak,” terangnya.

Ia juga mengatakan, kontribusi terhadap Covid-19 ini mengakibatkan adanya pemotongan selama 3 bulan.

“ Memang informasi yang kami tahu ULP untuk semua OPD hanya sembilan bulan yang dibayar. Karena selama Covid-19 ini semuakan di rumah, ” jelasnya.

Ia juga meminta, seluruh guru untuk tetap menunggu sampai ada kejelasan tentang perubahan DPA  hingga sampai ke Dinas Pendidikan.

“Saya harapkan Bapa dan Ibu guru untuk tetap tenang dan diam dulu menunggu DPA ada ditangan kami. Penggeseran itu seperti apa, baru kita melaksanakan bagaimana implementasinya,” tambahnya. Dalam aksi itu, turut hadir Sekertaris PGRI Merauke, Soleman Jambormias untuk mendampingi guru dalam menyampaikan aspirasinya.[CR22-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *