14 Juni 2024

Pasien Reaktif Rapid Test Terpaksa Dievakuasi ke Rusun Wisma Atlit

0

dr. Nevile R. Muskita

Merauke, PSP – Sebagian pasien reaktif rapid tes terpaksa dievakuasi ke Rusun Wisma Atlit. Hal ini dilakukan karena kamar sebagai ruang karantina pasien reaktiif di Hotel Asmat tidak memadai. Pasalnya, pasien reaktif baik dari hasil rapid tes massal maupun hasil rapid tes bagi masyarakat yang ingin berangkat keluar kota sudah tidak dapat ditampung lagi di Hotel Asmat karena penuh.

“Yang dikarantina sekarang di Hotel Asmat ada sebagian masyarakat yang di rapid tes massal yang menunjukkan reaktif, ditambah dengan masyarakat yang mau berangkat sejak seminggu lalu, ada sekitar 9 orang yang reaktif , satu orang juga ada kami temukan reaktif dipengecekan posko dan mereka ada yang sudah di evakuasi ke rusun wisma atlit karena Hotel Asmat sudah penuh,” kata Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita lusa lalu.

Untuk masyarakat yang baru tiba dari luar kota sejak seminggu lalu, lanjut Nevile, meski diberikan karantina secara mandiri harus tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dirumah masing – masing.

“Untuk mereka yang baru tiba itu, kami hanya memantau gejala dan mengevaluasi,” kata Nevile.

Dikatakan Nevile, bagi mereka yang baru datang dari luar Merauke wajib karantina 14 hari tanpa terkecuali. Namun yang perlu dipahami bahwa karantina di rumah bukan berarti bebas melakukan kegiatan apa saja dengan anggota keluarga.

“Protokol kesehatan di dalam rumah pun harus dilakukan dengan ketat. Bukan bebas melakukan interaksi dengan anggota keluarga lainnya, tapi memang harus benar – benar sendiri,” tutur Nevile. Protokol kesehatan itu, kata Nevile, untuk mengantisipasi jangan sampai penyebaran virus ke anggota keluarga lainnya. “Kan bisa saja menularkan. Makanya harus pakai masker, tidur sendiri, makan sendiri, handuk sendiri,” pungkas Nevile. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *