14 Juni 2024

Karantina Pertanian Merauke Perkenalkan Laboratorium Kepada Pengguna Jasa

0

Kepala Karantina Pertanian sesaat memperkenalkan laboratorium kepada pengguna jasa.Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Karantina Pertanian Merauke dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tak lepas dari peran laboratorium. Pejabat karantina pertanian tidak hanya memeriksa secara fisik dan organoleptik, melainkan perlu juga pengujian laboratorium sebagai peneguh diagnosis.

Karantina Pertanian Merauke mengenalkan laboratorium karantina hewan dan tumbuhan kepada pengguna jasa yang rutin melalul intaskan komoditas pertanian untuk memberikan pemahaman akan pentingnya laboratorium, Kamis (2/7).

Pengguna jasa diperkenankan berkeliling untuk melihat sarana, prasarana, hingga fasilitas pengujian yang dimiliki oleh laboratorium karantina hewan maupun tumbuhan.

Sejak tahun 2018, Karantina Pertanian Merauke telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan ruang lingkup pengujian terhadap Sitophilus zeamais dan Tribolium castaneum (karantina tumbuhan), serta pengujian terhadap penyakit Brucellosis dengan metode Rose Bengal Test (RBT).

Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman,SP dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu (5/7) menyampaikan bahwa laboratorium memiliki peranan penting dalam pelayanan karantina pertanian.

“Personel yang kompeten dan ditunjang dengan tersedianya peralatan laboratorium yang modern, telah menguatkan tugas dan fungsi kami dalam memberikan pelayanan prima bagi pengguna jasa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Subsie Yanops, Yunetta Putri Arios, yang juga turut mendampingi mengatakan, kedepannya akan menambah ruang lingkup, seperti pengujian HA/HI terhadap penyakit Avian Influenza dan New Castle Disease, pengujian Bakteri dan cendawan dengan metode Total Plate Count (TPC), pengujian kebusukan daging dengan metode Eber, serta pengujian terhadap Trogoderma granarium pada beras.

“Saat ini, untuk dua uji pertama sudah lulus seleksi berkas oleh KAN, tinggal dilakukan penilaian lapangan. Kita berharap, semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu sehingga laboratorium Karantina Pertanian Merauke dapat segera melakukan pengujian yang lebih komprehensif dan diakui,” imbuhnya.

Ditambahakn, semua pihak wajib menjaga wilayah Merauke dan sekitarnya dari masuknya hama penyakit hewan karantina atau organisme pengganggu tumbuhan karantina. “Oleh karenanya, kami melakukan pengujian di laboratorium untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit pada komoditas pertanian sebelum dilalulintaskan,” pungkas Yunetta. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *