14 Juni 2024

253 Orang di Lokasi Tambang Kawe Non Reaktif Rapid Test

0

Tim kesehatan Provinsi saat lakukan Repid Test di lokasi tambang. Foto: PSP/VER

Tanah Merah, PSP – 253 penambang di lokasi Tambang Kawe dipastikan non reaktif Rapid Test. Hal itu dipastikan Kepala Bidang Penanggulangan penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aron Rumainum, M.Kes.

dr. Aron mengatakan kurang lebih satu minggu dilokasi tambang maining 33, pihaknya berhasil memeriksa kesehatan 253 penambang dengan rapid test. @53 penambang tersebut berasal dari berbagai lokasi berbeda seperti Danawagi Maining 99 Rumah 4 orang, Danawage Maining sebanyak 96 orang ,Maining sebanyak  94 orang, Maining sebanyak 84, sisanya di Kali Ver, Kali Dawe Abuwage, Wali Buru dan Buruk makot.

“ Hasil dari 253 yang menjalani Rapid Test delapan diantaranya Rekatif. Tetapi hasil reaktif tersebut dapat dikategorikan rapid reaktif bukan karena Covid-19, melainkan malaria,” kata dr. Aron saat ditemui di Hotel Honai Tanah Merah, Jumat 3/7/2020.

Menurut dr. Aron, daerah lokasi tambang tersebut merupakan endemic malaria terutama malaria Tresiana dan Vilaria. Bahkan saat pelayanan terdapat pasien yang akut yang sempat ia bawa, namun tidak dapat diselamatkan pihaknya.

Tim medis Kesehatan Provinsi saat jumpa pers di Hotel honai tanah merah.Foto: PSP/VER

” Mereka yang rapid reaktif bukan karena covid-19 melainkan malaria, itu dibuktikan dengan dua kali tes positif Malaria. Para penambang lantas diberikan obat-obatan untuk mengobati penyakit malaria yang diderita,” teang dr. Aron.

Dijelaskan Dokter Aron, dengan hasil ini dan melihat langsung lingkungan di lokasi tambang, dipastikan bahwa Lokasi tambang adalah Zona Merah Covid-19 itu tidak benar, kecuali Zona Merah Malaria. Dari hasil pemantauan dilapangan inilah yang akan pihaknya laporkan pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk di bangun pos obat dan penempatan petugas di lokasi tambang guna meminimalisir penyebaran malaria.

“Jadi selama enam hari disana, kalau bilang Covid tidak. Mereka penambang ini fisiknya kuat karena tiap harinya kerja berat, tapi mereka sakit itu kecuali kena malaria. Kemarin kita ketemu 33 malaria baru, jadi persoalan utama disana itu malaria teresiana, tropika dengan kaki gajah bukan cavid-19,” ujarnya. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *