Terkait Covid-19 “Cluster Kawe”, Pemda Boven Digoel Minta Upaya Konkret Bersama
H. CHAERUL ANWAR, ST
Chaerul Anwar : Jika ribuan penambang turun (eksodus) maka dipastikan jalur termudah adalah ke Tanah Merah, maka jelas akan menambah masalah sosial bagi seluruh masyarakat Boven Digoel
Merauke, PSP – Terkait Covid-19 “Cluster Kawe” Pemerintah Daerah Boven Digoel meminta upaya konkret bersama (Propinsi, Kabupaten tetangga) dan berpikir bijaksana secara kemanusiaan usaha pencegahannya. Karna jika ribuan orang (penambang) turun (eksodus) maka dipastikan jalur termudah adalah ke Tanah Merah, maka jelas akan menambah masalah sosial bagi seluruh masyarakat Boven Digoel. Oleh karena itu, mari sama- sama berpikir solusi, daripada saling menyalahkan dan membenarkan yang tidak memberi manfaat, serta bergotong royong bersama menanganinya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel, Chaerul Anwar.
Chaerul Anwar mengatakan sejauh ini perkembangan Covid-19 di Boven Digoel, bahwa penemuan kasus positif pertama pasien 001 (inisial L) adalah memiliki riwayat ikut menumpang Lion Air 24 Maret 2020 dan melakukan perjalanan darat ke tanah merah dan melanjutkan ke Kawe dan seterusnya. Dari kasus pertama tersebut, berkembang temuan kasus baru kebanyakan ditracking berasal dari wilayah tambang Kawe (cluster Kawe). “Pemda Boven Digoel belum bisa menyimpulkan bahwa virus ini berasal dari Kawe karna disana ada ribuan orang dan dari berbagai daerah yang sebelum pandemi masuk dari Boven Digoel, Peg. Bintang, Mappi, Asmat atau Yahukimo yang berbatasan langsung dengan wilayah tambang ini,” kata Chaerul Anwar melalui pesan Whats Appnya, Minggu, 7-6-2020.
Chaerul Anwar mengungkapkan Pemkab Boven Digoel dalam hal ini Gugus Tugas telah melakukan berbagai upaya dan langkah konkret untuk upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Salahsatunya melakukan koordinasi dengan Propinsi Papua yang langsung ditanggapi fast respon Bapa Sekda Propinsi dengan mengintruksikan Dinas Kesehatan Propinsi menindaklanjutinya serta berkoordinasi juga dengan Pemkab Peg. Bintang melalui Kadis Kesehatan dan Bupati Mappi dan disepakatai bersama melakukan Rapid Massal di wilayah tambang kawe.
Chaerul Anwar menuturkan bahwa Propinsi Papua membantu Rapid 5000 buah untuk Boven 4000buah dan Mappi 1000buah. Nakes Peg. Bintang disepakati melakukan pelayanan Rapid di Wilayah Kawe, Nakes Boven Digoel melakukan pelayanan Rapid di Pisang-pisang dan Nakes Mappi melakukan Rapid di Bravo-7 dan sekitarnya. “Sejauh ini informasi Nakes kami selama hampir 2 minggu disana menggunakan Heli kerjasama dengan pihak Koperasi melakukan Rapid kepada penambang, ada sekitar 7orang yang Reaktif dan dilakukan penanganan lanjut,” terang Chaerul Anwar.
Lanjut Chaerul Anwar, Pos Pelabuhan Tanah Merah selama 24 jam terus melakukan pengawasan dan kebijakan Pemkab Boven Digoel adalah melarang penambang naik dan turun ke Tanah merah kecuali pengiriman Logistic yang hanya dibawa oleh Driver longboat dan asistennya (hanya 2org) serta Heli yang juga hanya membawa Logistic.
Tentunya dengan penyebaran virus yang berasal dari Kawe, sambung Chaerul Anwar, Pemkab Boven Digoel tidak punya otoritas menutup Kawe. “Sejauh ini kami konsisten berusaha memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga untuk usaha bersama memutus mata rantai covid-19 dengan tidak ke kawe dan dari kawe tidak turun ke Tanah Merah,” pungkasnya,[NAL-LRM]
