14 Juni 2024

Informasi 80 Warga Boven Akan Dirujuk ke RSUD Merauke, Itu Hoaks

0

“Penyebar hoax itu, lebih baik jaga mereka diatas Muting, suruh kembali,”sebut Nevile

Merauke, PSP-Beredarnya informasi ‘hoaks’ atau berita palsu di tengah pendemi Corona semakin meresahkan masyarakat. Informasi terbaru yang saat ini sedang beredar melalui pesan berantai di akun WhatsApp menyebutkan bahwa sekitar pukul 19.30 Wit, Selasa (22/4), ada 80 warga dari Boven Digoel yang terkontak fisik dengan pasien positif Covid-19, akan dirujuk ke Merauke. Namun informasi tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Info saja 80 orang dri Boven Digoel yg sdh kontak dengan Pasien Positif akan di Rujuk ke RSUD merauke jadi harus lebih berhati2 lagi,” bunyi tulisan pesan yang beredar di setiap grup WA tersebut.

dr. Nevile Muskita, dan H. Syahib.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Merauke,  dr. Nevile Muskita menegaskan, informasi terkait 80 orang warga Boven Digoel yang akan dirujuk ke RSUD Merauke tidak benar. “Tidak ada, itu hoax,” tegas dokter Nevile.

Nevile menyebutkan, warga Boven Digoel yang saat ini berada di RSUD Merauke baru satu orang. “Yang di RSUD sekarang cuma satu dari Boven,” sebut Nevile.

Informasi yang diterimanya, kata Nevile, ke-80 orang tersebut merupakan warga Kawe yang akan diturunkan ke Boven Digoel.

“Itu infonya bukan mau turun ke Merauke, itu dari Kawe dan mau turun ke rumah sakit di Boven Digoel, tapi coba konfirmasi dulu,” kata Nevile.

Meski demikian, Nevile meminta siapapun penyebar hoaks tersebut, malam ini agar menahan ke-80 orang tersebut supaya tidak membiarkan turun ke Merauke.

“Penyebar hoaks itu, lebih baik jaga ke-80 orang itu di atas Muting supaya tidak turun ke Merauke,” ujar Nevile dengan nada kesal.

Sementara itu, Ketua Gugus Harian Penanganan Covid 19 Kabupaten Boven Digoel, H. Syahib mengatakan, beredarnya informasi 80 warga Boven Digoel dan siap dirujuk ke RSUD Merauke itu merupakan berita hoaks atau tidak benar.

Perihal penyebaran Virus Corona yang saat ini mendunia, kata Syahib, diharapkan kepada masyarakat tidak menyebarkan berita hoax yang dapat meresahkan banyak orang. “Maaf Pak itu Hoaks, tadi juga ada media yang telpon untuk tanya hal yang sama dan saya sudah jelaskan bahwa itu berita hoaks,” ujar Syahib ketika dihubungi via selulernya, Rabu (22/4). [ ERS/VER- RH].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *