Boven Digoel Terus Memanas, Aktivitas Masyarakat Lumpuh Total
Salasatu Rumah Pasangan calon Bupati Boven Digoel saat dibakar Massa. Foto: PSP/VER
Puluhan Personil Brimob Merauke Kembali Diberangkatkan ke Boven Digoel
Tanah Merah, PSP – Kedatangan pasukan Brimob untuk melakukan BKO pasca didiskualifikasikan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yusak Yaluwo – Yacobus Jekson Waremba tidak langsung membuat atmosfir suhu politik di Kabupaten Boven Digoel mendingin.
Senin (30/11) aksi turun jalan kembali berlanjut. Kondisi dan situasi yang mencekam tidak beda jauh dengan situasi di Minggu lalu. Massa yang tidak menerima dengan hasil diskualifikasi kembali menutup jalan-jalan utama, seperti ruas jalan Trans papua dari Km 1 sampai Kilo empat.
Mereka membakar ban bekas di tengah jalan. Sementara arah titik nol menuju Kota lama Tanah Merah lumpuh total, selain membakar ban Bekas masyarakat juga lakukan pemalangan jalan dengan menggunakan pohon.
Akibat aksi penutupan jalan ini, aktifitas masyarakat lumpuh total. Para pemilik toko atau kios tutup, karena ketakutan. Tidak hanya para pedagang, aktifitas pelayanan Pemerintah juga ikut lumpuh, seperti Kantor Bupati dan kantor lainnya.

Pantauan media ini sekitar pukul 10:00 WIT, massa mulai berdatangan dari kampung-kampung dan berkumpul di jalan. Pukul 13:30 WIT massa berjalan kaki dengan membawa senjata tajam seperti panah, busur, parang dan alat tajam lainnya menuju rumah kediaman salah satu calon bupati dalam Pemilukada Kabupaten Boven Digoel tepatnya di Kali Bening.
Begitu tiba massa merusak serta membakar rumah dan kediaman calon salah satu calon bupati. Banyaknya massa membuat aparat tidak bisa menghalau aksi massa yang terus merusak kediaman salah satu calon Bupati.
Upaya pemadaman dilakukan oleh pihak kemanan, tetapi karena api terus membesar upaya pemadaman tidak berhasil dan akhirnya rumah tersebut habis terbakar.
Salah satu simpatisan dari massa tersebut yang enggan dikorankan namanya mengatakan, aksi turun jalan yang dilakukan karena merasa kecewa dengan sikap dari KPU RI yang mendiskualifikasi pasangan Nomor urut Empat. “ Artinya mengapa sudah mau masuk pada pencoblosan baru didiskualifikasi, kenapa tidak dari awal pendaftaran. Dan mereka juga minta agar pihak KPU RI untuk datang dan menjelaskan terkait diskualifikasi yang dilakukan, namun jika tidak ada penjelasan dari KPU kepada masyarakat maka, para simpatisan akan terus melakukan aksi,” ujarnya.
Sementara itu, puluhan personil Brimob Merauke kembali diberangkatkan ke Kabupaten Boven Digoel, Senin (30/11). Kedatangan mereka guna melaksanakan BKO membantu Polres Boven Digoel, dalam mengantisipasi perkembangan situasi yang memanas belakangan ini. Hal itu disampaikan Wakil komandan Batayon D Pelopor Sat Brimobda Papua, AKP Sarifudin Ahmad, saat memberangkatkan anak buahnya di mako Jalan Jawa, kemarin.
Wadanyon berpesan kepada semua personil agar mengedepankan keamanan dan keselamatan diri maupun rekan. Dalam bertindak harus satu komando, sehingga tidak menjadi problem baru di lapangan. Yang tertua dalam ikatan peleton agar diperhatikan. Begitu juga dengan anggota, agar mengetahui apa yang harus diperbuat dan bertanggungjawab kepada siapa.
“Diperkirakan 8 atau 9 jam, mereka sudah tiba. Karena, pemberangkatan ini menggunakan jalur darat,” kata Wadanyon.
Sebelumnya, satu pleton personil juga sudah diberangkan ke Boven Digoel. Hal ini, terkait dengan masalah yang serupa. Dimana, KPU RI mengambil alih tugas KPU Boven Digoel atas pemberhentian tiga komisioner. Minggu (29/11), sore hingga malam, massa pendukung dari paslon nomor 4, pasangan Yusak Yaluwo-Yacobus, mengamuk lantaran kandidat mereka didiskualifikasi dalam Pemilukada Boven Digoel tahun 2020 ini, oleh KPU RI. Bahkan, situasi yang mencekam itu juga masih berlanjut hingga kemarin. Rumah kediaman salah satu paslon hingga posko pemenangan, dirusak dan dibakar. [VER/FHS-NAL]
