Sularso: BUMD Bisa Berkolaborasi Bantu Serap Beras
Sularso,SE
Merauke, PSP – Salah satu persoalan tidak terserapnya hasil panen petani adalah terbatasnya jumlah kuota yang dibeli oleh Bulog dan kurangnya terobosan pemasaran oleh pihak lain baik pemerintah daerah mapun swasta ke luar Merauke atau Papua.
Wakli Bupati Merauke, Sularso, mengaku belum bisa memastikan berapa besaran anggaran yang dialokasikan untuk penyerapan beras. Namun, menurutnya, pemda telah mengalokasikan 64 milyar rupiah yang sebagiannya bisa diprogramkan untuk membantu menyerap beras petani.
“Kita belum bisa pastikan untuk penyertaan modal dalam rangka penyerapan beras. Tapi kalau untuk BUMD sesuai dengan perda yang sudah kita tetapkan kan, alokasinya sekitar 64 milyar. Tapi kalau untuk khusus usaha beras, tentunya sesuai dengan rencana kerja yang akan dilakukan oleh BUMD,” kata Sularso (13/10/2020).
Sularso menambahkan, saat ini kewenangan penyerapan beras sebagian berada dibawah BUMD. Kemudian, investor baik dari perbankan maupun swasta jug bisa berkolaborasi dalam menyerap beras.
“Khusus untuk beras, kalau memang ada investor yang mau masuk, swasta maupun perbankan bisa bekerja sama. Jadi kolaborasinya bukan tergantung pemerintah, sekarang telah menjadi kewenangan BUMD. Karena dia sudah badan sendiri, mandiri, dan sudah dilindungi oleh aturan daerah, dan dia bergerak,” pungkasnya. [WEND-NAL]
