Dengan Dukungan Berbagai Pihak, Diharapkan Malaria di Papua Bisa Menurun
Pertemuan monitoring dan evaluasi unit pelaksana kesehatan (UPK) tiga region yaitu SR Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), SR PWK Jayapura dan SR KAME di Hotel CareInn, kemarin.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Gubernur Papua berharap dengan dukungan dari berbagai pihak, malaria di Papua bisa diturunkan. Sebab, Papua nanti bertindak sebagai tuan rumah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke XX. Salah satu yang jadi masalah, apabila atlit dari luar datang untuk melakukan kegiatan untuk perayaan PON tersebut.
Hal itu disampaikan Program Manager (PM) SR YCTP, Albert Hurulean, di sela sela-sela kegiatan pertemuan monitoring dan evaluasi unit pelaksana kesehatan (UPK) tiga region yaitu SR Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP), SR PWK Jayapura dan SR Keuskupan Agung Merauke (KAME) di Hotel CareInn, Rabu (21/10), kemarin.
Dengan adanya pertemuan monev ini, akan bisa mengecek semua UPK yang ada di Papua. Bagaimana untuk membantu dan mendukung pogram pemerintah menuju eliminasi malaria di tanah Papua.
“Dari hasil yang kita gali, kita akan laporkan ke pimpinan Perdhaki pusat di Jakarta dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua maupun Dinkes tingkat kabupaten,” ujar Albert, kemarin.
Monev itu sendiri dilakukan setiap tahun. Hal ini juga bertujuan guna melihat kendala-kendala yang dialami oleh UPK dalam mendukung pemerintah untuk bisa cepat menuju eliminasi. SR YCTP sendiri membawahi beberpa wilayah seperti Kabupaten Asmat, Mimika, Nabire, Waropen dan Biak Numfor.
“Wilayah saya termasuk endemis malaria. Ada beberapa UPK yang besar yakni RS Mitra Masyarakat yang diback up oleh PT Freeport, dengan jumah kasus setiap bulan itu bisa mencapai 5.000 hingga 7.000 kasus,” bebernya.
Sementara Program Manager (PM) SR Keuskupan Agung Merauke, (KAME), Eva Biana Lamera, yang didampingi PM SR Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Wilayah Keuskupan Jayapura, Irma Plautilda Reyaan, juga menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya Program Perdhaki Malaria yang didukung oleh Global Fund itu fokus membantu pemerintah untuk menuju eliminasi malaria di Papua.
Untuk aktifitanya, ada Unit pelaksana kesehatan (UPK) dan Unit Kesehatan Berbasi Masyarakat (UKBM) yang mengokoordinir klinik, Rumah Sakit dibawah naungan Katolik dan berkoordinasi dnegan mitra yakni Dinas Kesehatan. Dalam hal ini, untuk melihat angka kasus malaria. Monitoring dan evaluasi program ini melihat pencapaian para UPK, yang bernaung dibawah yayasan Khatolik
“Dari hasil pencapaian itu dijadikan rencana tindak lanjut untuk ke depannya. Yang masih kurang akan dibenahi dengan berkoodinasi dengan lembaga Keuskukuan dan mitra yakni Dinas Kesehatan,” tuturnya.
Lewat monitoring dan evaluasi UPK, diharapkan semua kendala yang terkait dengan 5 indikator dalam program penanggulangan malaria oleh UPK, dieliminir. Hal ini merupakan salah satu tujuan dilaksanakan pertemuan monev UPK.
“Kendala-kendala yang muncul diharapkan ada solusi dengan dukungan semua pihak, SR, PR Perdhaki, Subdit Malaria Kemenkes RI, Dinkes Provinsi Papua maupun Dinkes tiap Kabupaten yang ada UPK. Yang selama ini ikut mendukung program pemerintah dalam penanggulangan malaria di Tanah Papua,” katanya. SR KAME sendiri memiliki 5 kantor cabang yang berada di wilayah Merauke sendiri, Boven Digoel dan Mappi. Dari ketiga wilayah, Kabupaten Boven lah yang memiliki angka API (annual Parasite Incidence) tertinggi. [FHS-NAL]
