Di Masa Pandemi Covid-19, Togel Perlu Ditertibkan Guna Menghindari Kerumunan
Pastor Anselmus Amo,MSC
Merauke, PSP – Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME) Papua, Pastor Anselmus Amo,MSC menyebut di masa pandemi corona virus (covid-19) dan kasus corona juga masih ada di Kabupaten Merauke, kupon putih perlu ditertibkan. Apakah itu berijin atau tidak. Hal ini guna menghindari kerumuman masyarakat. Sebab, pada saat ada transkasi, ada yang terpapar covid-19, itu bisa cepat menyebar ke orang lain.
“Ini transmisi lokal dan sangat berbahaya bagi kita semua,” kata Pastor Amo, di kantor SKP, Selasa (20/10).
Menurutnya, masih bisa bersyukur di Merauke, karena hingga saat ini masih ada pengendalian covid-19 yang cukup baik dan penderita covidi, masih para pelaku perjalanan. Namun, ketika jadi tranmisi lokal, akan berbahaya. Maka, penyelenggara pemerintahan harus mengambil keputusan, menyangkut protokol kesehatan.
“Kalau kita mau menertibkan ini dengan sungguh-sunguh, saya kira bisa,” ujarnya.
Dari pantuan Pastor sendiri di lapangan, masih marak penjualan kupon putih. Di sana juga terjadi antrian dan terjadi kerumunan banyak orang.
Togel sendiri, sebut Pastor Amo, seperti duri dalam daging, dari kehidupan sosial masyarakat. pastor juga mempertanyakan, apakah memiliki badan hukum atau tidak? Kalau punya badan hukum dan diijinkan pemerintah, apakah sudah dipertimbangkan baik atau belum. Karena, ketika masyarakat aktif dalam togel, akan menghambat aktifitas lain, mencari nafkah dan bisa mengancam sendi-sendi rumah tangga.
“Tiap hari mereka tanya mimpi apa, angka apa. Pikiran orang itu, akan tertuju kepada barang itu saja,” tuturnya.
Pastor Amo menambahkan, di masa new normal saat ini, bisa saja berinteraksi antara yang satu dengan yang lain, tapi harus menerapkan protokol kesehatan. Salah satu warga Jalan Ermasu yang enggan menyebutkan namanya, membenarkan adanya penjualan kupon putih tersebut. Demikian juga warga di Jalan Bhakti, Spadem, Kelapa Lima dan Kudamati. “Kalau bapak lewat sore-sore di depan rumah di samping kios itu, pasti rame, bahas nomor,” kata warga Jalan Ermasu itu.[FHS/ERS-NAL]
