Maksimalkan Penyerapan Beras Merauke, Masyarakat Minta Stop Datangkan Beras dari Luar
Demi Susanta
Merauke, PSP – Persoalan penyerapan beras terus berlanjut. Jalan keluar persoalan itu harus dicarikan dengan mengutamakan kesejahteraan petani. Jangan hanya terserap saja, tetapi harga juga harus cocok dengan pembiayaan yang dikeluarkan.
Ada beberapa cara untuk memaksimalkan peneyerapan beras merauke, salah satunya dengan mentiadakan beras dari luar. Seperti yang dituturkan salah seorang ibu rumah tangga, Oktaviani. Ibu, dari dua anak ini mengunkapkan sebaiknya pemerintah membuat aturan agar beras yang beredar di Kabupaten Merauke, murni dari petani setempat. Artinya, beras dari luar ditiadakakan. Dengan demikian, beras milik petani, bisa terjual. “Kalau kita ke pasar, masih ada beras merk yang bukan dari Merauke,” papar Oktaviani.
Hal serupa juga disampikan salah satu perkerja swasta, Ryo. Menurutnya, pemerintah sebaiknya mengutamakan beras local untuk dijual di pasar, kios atau toko, lewat dinas terkait. Sehingga, petani, tidak kewalahan lagi. “Kalau menurut saya begitu. Kalau ada beras local, kenapa harus bawa dari tempat lain,” kata Ryo.
Berbeda dengan yang lainnya, salah seorang petani asal Kurik, Demi Susanta menilai bahwa sebaiknya ada pihak swasta yang bisa membantu petani dalam menyerap dan memasarkannya keluar daerah. “Kalau Cuma mengandalkan Bulog pasti berat dan serba terbatas, apalagi pemerintah daerah. Memang seharunsnya ada pihak lain seperti swasta yang bisa membantu membeli kemudian memasarkan ke luar daerah,” ungkapnya. [WEND/FHS-NAL]
