Marthen: Antisipasi Banjir, Dinas Bersihkan Saluran Primer dan Sekunder
Marthen Ganna
Merauke, PSP – Dalam rangka mengatisipasi terjadinya banjir pada musim penghujan di beberapa titik rawan banjir sekitar Distrik Merauke, pemerintah daerah telah berupaya membersihkan saluran-saluran air, baik saluran primer maupun saluran sekunder.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Perumahan dan Pertanahan Kabupaten Merauke, Marthen Ganna mengatakan bahwa dengan kondisi geografis yang sangat datar bahkan lebih rendah dari permukaan laut, wilayah Merauke sangat susah membuat saluran air untuk bisa mengentaskan air saat terjadi banjir.
“Dari Dinas sudah buat beberapa saluran air, sehingga ini bisa mengurangi banjir yang ada. Karena kalau kita mau mengentaskan banjir di Merauke ini agak susah. Soalnya kita datarannya lebih rendah dari pada air laut, sehingga air tidak bisa mengalir kemana-mana,” kata Marthen kepada Papua Selatan Pos, diruang kerjanya, Kamis (17/9).
Namuan demikian, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, didalam kota, pihaknya telah melakukan pembersihan saluran secara terjadwal. Misalnya, peihaknya melakukan pembersihan yang dimulai dari Pasar Baru, kemudian turun sampai ke Pelabuhan secara bertahap.
“Dalam menjalankan tugas dan tangung jawab memang harus ada sinergitas antar Dinas terkait. Kalau misalnya yang bersih hanya disaluran yang besar, tapi kotor disaluran yang kecil, ya sama saja. Makanya semua harus ikut bekerja, supaya bisa nyambung,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyerankan kepada masyarakat agar bagaimana secara sama-sama bersama pemerintah memelihara lingkungan supaya tidak lagi terkena banjir. Pasalnya, seringkali masyarakat hanya mengharapkan kerja dari pemerintah. Padahal, seharunya hal-hal kecil dalam membersihkan lingkungan bisa dilakukan sendiri atau bahkan bersama masyarakat lainnya. “Bagaimana kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah, jangan hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi mari kita kerja sama. Kalau sampahnya sudah terlalu banyak, baru bisa menghubungi kami, untuk kita kerjasama. Tapi kalau sampahnya masih sedikit, ya mari dengan kesadaran sendiri bisa mengangkat supaya air bisa lancar, jangan hanya menunggu pemerintah saja,” pungkasnya. [WEND-NAL]
