SKIPM Menampik Adanya Kelangkaan Ikan Mujair di Merauke

0
Ainul Djarod,S.PKP

Ainul Djarod,S.PKP

Merauke, PSP – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kabupaten Merauke menampik tentang adanya kelangkaan ikan mujair di Merauke. Hal ini, dikuatkan oleh data yang dimiliki SKIPM bahwa ikan yang selama ini dilalulintaskan oleh pelaku usaha ialah ikan mujair.

“Dalam data kami, yang di lalu lintaskan oleh pelaku usaha adalah ikan mujair.  Tiap pengiriman baik lewat pelabuhan maupun lewat bandara itu kami ketahui dalam suratnya,” ujar Kepala Sub Seksi Pelayanan SKIPM Merauke Ainul Djarod,S.PKP dikantornya lusa lalu.

Dia katakan, pengiriman ikan mujair dalam tonase besar melalui pelabuhan bisa dilakukan oleh pelaku usaha hingga dua kali.

“Paling banyak lewat pelabuhan. Kalau tonase besar bisa sebulan dua kali. Kalau melalui bandara, hanya sebatas oleh – oleh untuk dikonsumsi saja bukan untuk komersil. Dan dalam sertifikatnya itu mujair bukan nila,” kata Ainul.

Perlu diketahui, kata Ainul, sedianya SKIPM tidak berfungsi untuk menghitung populasi ikan mujair maupun nila. “Lagi pula kami disini bukan bekerja menghitung populasi tetapi memeriksa penyakit dan mutu ikan itu sendiri,” tegas dia. 

Sebelumnya, Staf Teknis Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Merauke, Fransiskus Hendra Irawan mengatakan bahwa saat ini kebaradaan ikan mujair semakin langka. Bukti ini diperkuat dengan semakin langkanya ikan mujair yang diperjual belikan dipasaran.

Frans menyebutkan, bahwa sebagian masyarakat kurang memahami perbedaan antara ikan mujair dan ikan nila. Rata-rata saat ini yang berada di pasaran adalah ikan nila, namun oleh kebanyakan orang disebut dengan ikan mujair. “Setiap kita lakukan kegiatan di lapangan, yang saya lihat kebanyakan memang ikan nila. Cuma memang pemahaman masyarakat, bahwa ikan nila itu ya ikan mujair, padahal sebenarnya satu genus tapi beda sepesies, jadi sebenarnya mereka berbeda,” kata Frans. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *