Video Kecelakaan di Kampung Tambat yang Beredar di Medsos, HOAX
AKP Ariffin, menyampaikan informasi perkembangan penanganan terbakarnya KMN hidup Baru, kemarin.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Sebuah video kecelakaan lalu lintas menghebohkan warga Merauke, beberapa hari belakangan ini. Pasalnya, dalam video tersebut, ditulis lokasi kejadiannya di Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke dan sudah beredar di aplikasi WhatssApp .
Dalam video itu, tampak wanita yang diduga korban kecelakaan lalu lintas yang terjatuh ke aspal. Tak hanya itu, tangannya juga terputus dan terlempar jauh beberapa meter dari lokasi kejadian. Wanita itu tampak teriak histeris dan pakaiannya penuh darah.
Kapolres Merauke melalui Kasubag Humas, AKP Ariffin,S.Sos, yang dikonfirmasi, kemarin, menyebut, hal itu tidaklah benar alias hoax. Pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung kepada Kapolsek Tanah Miring, begitu video itu viral. Namun, hasil yang diperoleh bahwa setelah dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian (TKP) dan menggali informasi dari masyarakat setempat, ternyata di sana tidak ada kejadian seperti yang tersebar.
“Saya sudah telpon langsung Kapolsek Tanah Miring. Kapolsek sendiri sudah turun ke lokasi mengecek dan ternyata tidak ada,” jelas AKP Ariffin.
Kini kata Kasubag Humas, kepolisian sedang melakukan pelacakan terhadap pelaku penyebar berita hoax itu. Lantaran, berita itu sangat meresahkan warga. “Kita sedang cari penyebarnya”, tegasnya.
Video itu, sebut AKP Ariffin, merupakan editan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Maka itu, masyarakat diminta bila menerima, sebuah informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya, agar sebaiknya menanyakan kepada sumber langsung. Karena, akan bisa menyesatkan.
Kasubag Humas menambahkan, setelah dilakukan pengecekan, kasus itu terjadi di Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah, Senin (3/8), sekira pukul 13.30 Wit. Salah satu warga kota Merauke, Dani, yang juga menerima pesan WhatssApp itu mengaku mendapatnya dari temannya. Ia pun tidak tahu kebenaranya informasi tersebut. “Katanya begitu (di Tambat,red),” ucapnya.[FHS-NAL]
