Wah ! 22 Ribu Mahasiswa Terdaftar, 9 Ribu Tidak Aktif Kuliah di Universitas Musamus

0

Merauke, PSP – Rektor Universitas Musamus, Dr. Daud Andang Pasalli , M.Eng mengungkapkan lebih dari 9 ribu mahasiswa terdaftar di kampus tersebut tidak aktif mengikuti perkuliahan.

Hal itu disampaikan Daud Andang Pasalli saat Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XVII dan Magister Angkatan V Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung SBSN Universitas Musamus, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (26/5).

Dalam sambutannya, rektor menyebut jumlah mahasiswa yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencapai sekitar 22 ribu mahasiswa. Namun, mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan setiap semester hanya berkisar 12 ribu hingga 13 ribu mahasiswa.

“Dari jumlah mahasiswa tersebut, hampir 47 persen merupakan anak-anak orang asli Papua, sedangkan sekitar 53 persen berasal dari mahasiswa nusantara,” kata Daud.

Ia juga menyampaikan, Universitas Musamus terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program bantuan pendidikan. Hingga kini tercatat sekitar 4.002 mahasiswa menerima bantuan dari pemerintah maupun masyarakat.

Pada wisuda kali ini, Universitas Musamus meluluskan sekitar 330 mahasiswa, dengan 86 di antaranya meraih predikat cum laude atau sekitar 30 persen dari total lulusan.

“Pada hari ini kita sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kembali berhasil menambah lulusan Universitas Musamus sebanyak 330 orang,” ujarnya.

Rektor menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2001 sebagai Sekolah Tinggi Teknologi Merauke hingga berubah status menjadi perguruan tinggi negeri pada 2010 dengan nama Universitas Musamus, kampus tersebut kini telah berusia 25 tahun.

Selama perjalanan itu, Universitas Musamus telah meluluskan sekitar 17 ribu mahasiswa program reguler dan sekitar 8 ribu lulusan Program Profesi Guru, sehingga total lulusan mencapai sekitar 25 ribu orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Papua Selatan, Soleman Jambormias menyoroti tingginya jumlah mahasiswa yang tidak aktif kuliah.

“Pertanyaannya, hampir tujuh sampai delapan ribu mahasiswa yang tidak aktif itu ada di mana? Ini menjadi catatan penting,” katanya.

Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya bangga menyandang gelar sarjana, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Menjadi sarjana harus benar-benar ada manfaatnya di lapangan. Bahkan bisa memposisikan diri untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Itulah yang disebut sarjana hebat,” ujarnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *