Anggota DPD RI Frits Tobo Dilantik Sebagai Ketua Badan Kehormatan BAMAG-LKKI Papua Selatan
Merauke, PSP – Seminar Nasional Gereja dan Kebangsaan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja–Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG–LKKI) Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke periode 2026–2031 digelar di Hotel Halogen, Merauke, Selasa (28/4).Kegiatan yang mengusung tema “Demokrasi dan HAM Ditinjau dari Perspektif Alkitab dan Konstitusi” ini diawali dengan khotbah renungan oleh Ketua Harian BPP BAMAG LKK Indonesia, Pdt. Dr. Henky N. Sabdo.Pelantikan mencakup Badan Pengurus Wilayah (BPW) BAMAG LKKI Provinsi Papua Selatan serta Badan Pengurus Daerah (BPD) BAMAG LKKI Kabupaten Merauke. Sejumlah tokoh yang dilantik antara lain Frits Tobo Wakasu sebagai Ketua Badan Kehormatan BPW, Pdt. Sefnat Zouter Paulus Kadubun sebagai Ketua BPW Papua Selatan, serta Yunus Yod sebagai Ketua BPD Kabupaten Merauke, bersama jajaran pengurus lainnya.Prosesi pelantikan ditandai dengan pemberkatan, penyematan pin, penyerahan pataka, serta penandatanganan berita acara oleh Pdt. Henky Sabdo.Acara itu turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Nelson Sasarari, Ketua Bawaslu Papua Selatan Marman, Kepala Kesbangpol Kabupaten Merauke Sukito, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke Herman Wona.Dalam sambutannya, Frits Tobo Wakasu menegaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendorong pembangunan melalu lembaga keagamaan. “Sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.Dikatakan, para pengurus sedapat mungkin memperkuat kelembagaan dan memperkokoh NKRI sebagai dasar negara. “Kita harus bersatu, saling mendukung, dan menciptakan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya. Sementara itu, Pdt. Henky N. Sabdo menyampaikan BAMAG LKK Indonesia dibangun dari tingkat akar rumput sebagai gerakan moral yang bertujuan memperkuat kehidupan bermasyarakat, baik secara nasional maupun global.Ia menjelaskan, terdapat empat pilar utama dalam membangun visi organisasi, yakni menjaga nilai-nilai dasar, melahirkan generasi dan gagasan baru, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendorong kesejahteraan.Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran gereja dalam kehidupan kebangsaan, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di Papua Selatan. [ERS-NAL]

