Dinas PUPR Merauke Terus Berupaya Perbaiki Jalan Sesuai Kemampuan Anggaran
Leo Patria Mogot
Merauke, PSP – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merauke, Leo Patria Mogot, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran akibat efisiensi tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mengabaikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam perbaikan infrastruktur jalan.
Leo mengatakan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Dinas PUPR Merauke tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan.
“ Terkait dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan jalan, tentunya kami senantiasa dalam keterbatasan ini tetap berusaha untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Merauke, Jumat (30/1).
Menurut Leo, efisiensi anggaran yang terjadi saat ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pelayanan publik. Oleh karena itu, Dinas PUPR menerapkan strategi khusus agar perbaikan jalan tetap berjalan.
Ia menjelaskan, terdapat dua strategi utama yang dilakukan Dinas PUPR dalam menyikapi keterbatasan anggaran. Pertama, melibatkan partisipasi masyarakat dan pihak-pihak yang bersedia membantu pemerintah daerah, salah satunya melalui dukungan dari salah satu pengusaha material di Merauke yaitu Yudi Kusuma. Kedua, memaksimalkan anggaran yang tersedia di Dinas PUPR.
“ Kami tetap melakukan pemeliharaan walaupun anggarannya terbatas. Ruas-ruas jalan akan tetap kami perbaiki sesuai perintah Pak Bupati dan berdasarkan permintaan masyarakat,” jelasnya.
Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan antara lain Jalan Gak. Namun, Leo mengakui bahwa pengerjaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“ Ada beberapa jalan yang akan kita perbaiki, di antaranya Jalan Gak, tentunya dengan biaya yang disesuaikan dengan kekuatan anggaran di Dinas PUPR,” katanya.
Selain itu, Dinas PUPR juga menjalin komunikasi dengan Yudi Kusuma melalui program proyek perubahan untuk membantu perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“ Itu sudah dibuktikan dengan perbaikan di Jalan TMP Polder, jalan di depan Dolok, jalan di pelabuhan, dan juga sudah bersedia membantu di Jalan Gak,” ungkap Leo.
Sementara itu, untuk Jalan Pendidikan, Leo mengakui perbaikannya cukup menantang karena membutuhkan anggaran yang besar. Oleh sebab itu, perbaikan yang dilakukan bersifat sementara.
“ Untuk Jalan Pendidikan ini memang agak repot karena anggarannya besar. Perbaikan yang dilakukan sifatnya temporaris, jadi kualitas dan mutunya tidak bisa dijamin bertahan lama, tetapi setidaknya lubang-lubang bisa ditutup,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila nantinya masih terdapat sisa anggaran dari perbaikan jalan yang telah dilakukan, maka anggaran tersebut akan dialihkan untuk menangani ruas jalan lain yang membutuhkan. “ Kalau memungkinkan dan masih ada sisa anggaran, tentu akan kita alihkan ke ruas jalan lainnya,” pungkas Leo. Pungkasnya.[JON-NAL]
