Antisipasi Kesulitan Pangan, Bupati Yoseph Dorong 19 Ton Bantuan Pangan ke Distrik Waan

0
Bupati Yoseph usai melakukan pertemuan dengan sejumlah mengenai penanganan rob di Distrik Waan

Bupati Yoseph usai melakukan pertemuan dengan sejumlah mengenai penanganan rob di Distrik Waan

Merauke, PSP – Pemerintah Kabupaten Merauke bergerak merespons ancaman krisis pangan di wilayah pesisir akibat fenomena air pasang tinggi yang dipicu perubahan iklim. Bupati Merauke, Yoseph Gebze, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah Distrik Waan.

Bupati Yoseph menjelaskan bahwa kondisi air pasang yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir telah merendam lahan pertanian warga. Hal ini menyebabkan tanaman lokal seperti ubi-ubian rusak, sehingga masyarakat terancam mengalami kesulitan pangan dalam waktu dekat.

“ Ini kondisi terakhir kita dapat laporan dari sana memang air pasang cukup tinggi sehingga tanaman seperti ubi-ubian dan lain sebagainya terendam sehingga kemungkinan beberapa waktu ke depan ini mereka akan mengalami kesulitan soal pangan,” ujar Bupati Yoseph setelah melakukan pertemuan bersama tokoh masyarakat Domin Ulukyanan, Kepala BPBD, Dinas Ketapang, dan Bulog, Sabtu (10/1/2026).

Sebagai langkah jangka pendek, Pemerintah Daerah akan memperbarui Surat Keputusan (SK) Bupati terkait status kebencanaan untuk wilayah Distrik Waan dan pesisir Merauke. SK yang sebelumnya diterbitkan pada 19 Desember lalu akan diperpanjang guna memperlancar proses distribusi bantuan.

“ Ke depan ini karena memang itu berlakunya 14 hari maka kita harus memperbarui SK lagi supaya bisa kita dorong bantuan ke wilayah sana. Itu untuk jangka pendek. Seperti yang lalu kita dorong, kemarin ada 19 ton, sesuai jumlah jiwa di sana,” jelasnya.

Penyaluran bantuan ini didukung penuh oleh Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapannas) untuk memastikan stok pangan tetap terjaga selama masa darurat.

Selain bantuan pangan, Bupati Yoseph juga menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang agar masalah tahunan ini tidak terus berulang. Pemerintah berencana melakukan intensifikasi lahan pertanian dengan memanfaatkan kondisi geografis Distrik Waan. “ Contohnya saja kita kembali mengaktifkan atau intensifikasi lagi terkait dengan sawah di wilayah sana. Juga di wilayah darat karena Distrik Waan itu kan di depan itu laut mungkin sekitar 100-200 meter, di belakangnya itu sudah rawa juga, jadi kalau di depan misalnya kita bisa tanam padi, nanti di belakang kemungkinan juga bisa tanam sagu. Dan itu mungkin akan menjadi salah satu prioritas kita untuk wilayah sana,” sambungnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *