DPR Tunggu Sikap Bupati Merauke Terkait Banjir ROB di Waan
Taufik Latarissa
Taufik Latarissa : Kami sudah sampaikan ke Bupati Merauke
Merauke, PSP – Anggota DPR Kabupaten Merauke Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Latarissa, S.Sos., mengatakan sudah sempat menyerap aspirasi masyarakat Distrik Waan terkait musibah banjir rob dan menindaklanjutinya kepada pemerintah daerah.
“Kami sempat turun langsung ke Distrik Waan untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait banjir rob dan sudah menyampaikannya kepada pemerintah daerah,” kata Taufik Latarissa di Hotel Halogen, Merauke, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, secara administratif DPRK Merauke telah meneruskan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Merauke. Selanjutnya, menurut Latarissa, tinggal menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.
“Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya, karena aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan kepada Bupati Merauke,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Distrik Waan dan Distrik Kontuar mengadu langsung kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyusul banjir rob yang kembali melanda wilayah mereka dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter.
Pengaduan itu disampaikan Kepala Distrik Waan, Victor Chabuya Moiwend, dan Kepala Distrik Kontuar, Frensinus, bersama sejumlah kepala kampung saat bertemu gubernur di salah satu hotel di Merauke, Selasa (6/1).
Victor menjelaskan, banjir rob kali ini melanda sedikitnya enam kampung, yakni Kampung Konorau, Waan, Tor, Keladar, Sabon, dan Dafnawanga. Selain itu, dua dusun, Yawasir dan Moi, juga terdampak.
“Banjir rob ini sudah menjadi langganan setiap tahun di Distrik Waan. Karena itu kami terus berupaya mencari perhatian dan bantuan untuk mengatasi persoalan ini. Di Distrik Waan terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga,” kata Victor.
Ia menambahkan, banjir rob kali ini tergolong paling parah karena ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan mengganggu aktivitas serta keselamatan warga.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan penanganan banjir rob harus dipikirkan secara jangka panjang, mengingat bencana ini terus berulang setiap tahun.
“Untuk jangka panjang ini sudah harus dipikirkan. Sementara untuk jangka pendek, kita akan memberikan bantuan bahan makanan,” ujar Apolo.
Selain persoalan banjir, masyarakat juga menyampaikan aspirasi lain, termasuk kebutuhan listrik. Gubernur menyebut sebagian persoalan berada dalam kewenangan pemerintah provinsi dan sebagian lainnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. “Kami akan koordinasikan dengan bupati supaya kita sama-sama berbagi tugas,” katanya. [ERS-NAL]
