Brigjen Andy bersama Gubernur Safanpo Langsung ke Asmat Tenangkan Massa Saat Kerusuhan
Brigjen TNI Andy Setyawan.
Merauke, PSP – Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Brigjen TNI Andy Setyawan menyatakan kondisi keamanan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, mulai berangsur membaik paska kerusuhan dan pembakaran Pos TNI oleh sekelompok massa pada Sabtu pagi, 27 September 2025.
Brigjen Andy menyebut dirinya bersama Gubernur Papua Selatan, Bupati Asmat, serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat telah turun langsung ke lokasi untuk menenangkan warga.
“Kemarin (Sabtu, red), kami bersama Bapak Gubernur, Bupati Asmat, dan para tokoh adat di Agats telah berupaya menenangkan massa. Alhamdulillah, tadi malam situasi di Agats sudah mulai membaik,” ujar Danrem di Mess Korem 174/ATW Minggu (28/9).
Menurut Brigjen Andy, kerusuhan dipicu oleh insiden pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIT, ketika warga melaporkan adanya keributan di Jalan Dolog, Distrik Agats, yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang dalam pengaruh alkohol.
Menanggapi laporan tersebut, enam personel TNI dari Pos Kombut Satgas Yonif 123/Rajawali bersama aparat Polres Asmat turun ke lokasi untuk memantau situasi dan meredam keributan.
Dalam insiden itu, beberapa orang — termasuk anak-anak — mengalami luka. Saat mencoba membubarkan keributan, aparat melepaskan tembakan peringatan karena terjadi penyerangan terhadap petugas,” jelasnya.
Namun, tembakan peringatan tersebut diduga menyebabkan satu warga sipil meninggal dunia.
Peristiwa ini langsung memicu kemarahan warga yang kemudian melakukan aksi massa dengan menyerang dan membakar Pos TNI Satgas 123/Rajawali di Kombut, serta menjarah sejumlah pertokoan di Agats.
Brigjen Andy menyatakan pasca kerusuhan, aparat gabungan TNI dan Polri segera dikerahkan untuk mengendalikan situasi.
Selain itu, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga turut terlibat dalam upaya meredakan ketegangan.
“Korban penembakan telah dievakuasi ke rumah sakit dan direncanakan dimakamkan hari ini. Sementara itu, kami sedang mendalami insiden penembakan dan tindakan massa yang terjadi setelahnya,” ujar Danrem.
Ia menambahkan, penyelidikan internal sedang dilakukan untuk mengungkap secara detail tindakan yang dilakukan oleh anggota Pos Satgas 123/Rajawali dalam insiden tersebut.
Kami akan menurunkan tim investigasi guna mengusut lebih lanjut dugaan keterlibatan aparat dalam penembakan yang menewaskan warga,” tegasnya. Brigjen Andy berharap situasi di Agats dapat segera pulih sepenuhnya dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi. [ERS-NAL]
