Rektor Musamus Larang Media Meliput Pertemuan dengan Mahasiswa yang Menggelar Aksi
Mahasiswa Universitas Musamus berunjuk rasa di gedung rektorat menuntut berbagai hal.
Merauke, PSP – Rektor Universitas Musamus Merauke Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng melarang awak media mengikuti pertemuannya dengan mahasiswa di ruang Sultan Nauce gedung Rektorat Unmus, Rabu (22/4).
Hal ini menyusul aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa dipimpin Wakil Presiden BEM Unmus Sultan Hasanuddin menuntut rektor menandatangani 6 poin pakta integritas. Sebagai berikut:
Mendesak dan meminta rektor Universitas Musamus kepastian tanggal wisuda dan tidak ada pengunduran tanggal lagi. Memint rektor universitas Musamus agar Plt. wakil rektor, Plt. Dekan, dan Plt. Ketua jurusan dilantik defenitif. Menuntut transparansi terkait dana organisasi mahasiswa (ormawa), dana hibah, serta dana Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menuntut rektor terkait dengan hak kami fasilitas kampus yang yang kurang seperti ruangan kelas, infokus, lab, dan fasilitas lain. Mendesak Rektor untuk segera menanggapi isu yang beredar terkait dugaan penggelapan keuangan kampus yang saat ini tengah diperiksa oleh pihak kejaksaan. Apabila dipenuhi selama 4 kali 24 jam kami pastikan gedung rektorat dipenuhi mahasiswa.
Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa itu, sebelumnya melakukan mimbar bebas di halaman gedung PKM UNMUS, kemudian berjalan menuju gedung rektorat.
Di halaman gedung rektorat para mahasiswa disambut Wakil Rektor I Thobias Ngarwaka.
“Bapak rektor memperbolehkan mahasiswa masuk untuk berdiskusi,” kata Thobias.
Akan tetapi, kata Thobias, rektor tidak memperbolehkan media masuk ikut ke ruangan Sultan Nauce tempat pertemuan mengingat pertemuan dengan mahasiswa adalah pertemuan internal.
“Bapak rektor meminta agar media tidak ikut masuk, karena ini persoalan internal kampus, nanti setelah pertemuan teman-teman mahasiswa boleh menyampaikan hasil diskusi ke media,” kata Thobias.
Larangan ini pun sempat di protes para mahasiswa. Dan sebaiknya media turut masuk sebagai bentuk transparansi.
Akan tetapi, pihak rektorat tetap kekeh dan tidak memperbolehkan awak media meliput. [ERS-NAL]
