Sambut HT RI, Komunitas Otomotif Merauke ‘Touring Merah Putih’ hingga Ratusan Kilometer

0
Tampak puluhan sepda motor yang masuk dalam komunitas otomotif Merauke berjejer di depan kantor Bupati yang membawa bendera sebelum bertolak touring

Tampak puluhan sepda motor yang masuk dalam komunitas otomotif Merauke berjejer di depan kantor Bupati yang membawa bendera sebelum bertolak touring

Merauke, PSP –  Menyambut dirgahayu Republik Indonesia ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus 2025, komunitas otomotif di Merauke melakuka ‘Touring Merah Putih’ yang menempuh jarak hingga 250 kilometer, Minggu (10/8/2025).

Touring ini dipelopori paguyuban Otomotif Papua Selatan dan diikuti 80 pemotor dari komunitas otomotif, Gerakan Pramuka, serta masyarakat umum. Di setiap motor, bendera berkibar sebagai penanda bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan di panggung upacara, tapi juga di jalanan berdebu. Mereka mengambil rute dari kota Merauke menuju Semangga – Tanah Miring – Jagebob. Dari  Sota kembali ke Merauke.

Dibawah komando Ketua Paguyuban Otomotif Merauke sekaligus Captain Road, Randykha, rombongan tetap solid meski harus melewati medan jalan rusak, berlumpur dan beberapa titik sulit dilalui. Sebagai pemimpin barisan, Randykha juga menyempatkan bercanda gurau untuk menghilangkan rasa penat para anggota yang sudah memutar gas sepeda motor hingga berjam-jam, di sela-sela berhenti sembari istirahat sejenak.

“Kalau daerah lain heboh bicara bendera One Piece, kita di sini sibuk mengibarkan Merah Putih saja”, celetuk   Randy yang disambut tertawa oleh teman komunitasnya.

Yohan, salah satu anggota komunitas mengaku bangga ikut touring dengan memawa bendera merah putih itu di belakang motornya.

“Kalau pun jatuh, yang penting bendera ini tetap tegak,” ujar Yohan sambil tertawa dan menorah bendera yang terikat di motornya.

Salah satu momen yang membekas bagi Yohan adalah ketika rombongan berhenti di Jagebob. Warga setempat menyambut hangat, dan bendera dibagikan secara simbolis, dibantu oleh personel Polsek Jagebob. “Kalau macam begini warga senang dengan bendera yang kita kasih, bah rasa  capek juga langsung hilang,” ujarnya.

Yohan menambahkan touring ini bukan sekadar perjalanan, tapi pengingat bahwa kemerdekaan harus dirawat bersama. Di 14 Agustus 2025 nanti, ia berencana hadir di lapangan Kapsul Waktu Merauke untuk menyaksikan penyambungan dan penjahitan Bendera Raksasa ‘Bendera Nusantara’, yang akan menggabungkan kain dari Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara. “Bendera ini simbol kita semua. Kalau dia berkibar, kita juga harus berdiri tegak,” tukasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *