Program MBG di Merauke Masih Samar
Yonas Boto' Rinding,S.Pd.,Gr
Merauke, PSP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat sejak 6 Januari 2025, hingga kini belum juga direalisasikan di sejumlah sekolah di Kota Merauke. Padahal, banyak siswa, khususnya anak-anak Papua, masih datang ke sekolah dalam kondisi perut kosong.
Di SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke, misalnya, sekolah yang menampung 279 siswa ini mayoritas dihuni oleh anak-anak Papua, termasuk yang berasal dari daerah pedalaman. Wakil Kepala Sekolah, Yonas Boto’ Rinding, S.Pd., Gr., mengaku prihatin terhadap kondisi gizi para siswanya.
“Banyak anak kami datang ke sekolah tanpa sarapan. Mereka tinggal ngekos, ikut saudara, dan sering kali tidak punya uang untuk beli makan,” ujarnya saat ditemui di sekolah, kamis (04/07).
“Kalau mereka sampai melapor, kami para guru biasanya patungan untuk bantu kasih makan semampunya,” tambahnya.
Menurut Yonas, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda bahwa program MBG benar-benar akan berjalan. Satu-satunya aktivitas yang sempat dilakukan hanyalah pendataan jumlah siswa oleh pihak Kodim di awal tahun.
“Cuma didata saja, belum ada kelanjutan sampai sekarang,” katanya.
Sebagai pendidik, ia berharap pemerintah serius merealisasikan program MBG, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi anak-anak. “Kami benar-benar berharap MBG ini jangan cuma jadi wacana. Di sini banyak anak-anak yang benar-benar butuh makan bergizi. Gizi itu dasar supaya mereka bisa belajar dengan baik,” tutupnya.[CR1-NAL]
