Sopir Hilux Tanggapi Kembalinya DAMRI: Rezeki Sudah Ada yang Atur
Pangkalan Hilux di jalan pemuda
Merauke, PSP – Kembalinya layanan bus DAMRI di jalur Merauke–Boven Digoel yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali pada pertengahan Juli 2025 disambut dengan beragam tanggapan dari beberapa sopir Hilux, yang selama ini menjadi andalan masyarakat dalam transportasi darat.
Sebagian sopir mengaku khawatir akan adanya persaingan jumlah penumpang dan perbedaan tarif. Meski begitu tidak sedikit yang memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pada rezeki masing-masing.
“Kita juga sudah dengar itu, tapi kita biasa-biasa saja, ya jalani saja. Maksudnya ya apa adanya terserah dari penumpang, rezeki juga sudah ada yang atur toh,” ujar ipus, salah satu sopir Hilux yang biasa mangkal di jalan pemuda, Selasa (24/06).
Menurutnya, masyarakat juga berhak memilih opsi transportasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. “Kalau mau cepat, ya naik Hilux. Kalau mau santai, bisa naik bus. Pilih pesawat bisa kalau mau lebih cepat, Kita ni cuma bisa kasih pelayanan terbaik,” sambungnya.
Perbedaan tarif antara Hilux dan DAMRI juga menjadi sorotan. “Kalau kita tarik Rp700 ribu per orang, DAMRI dong bilang Rp350 ribu su termasuk makan. Pasti dorang (penumpang) juga ada pertimbangan dari harga,” kata Yance, sopir lainnya.
Kendati begitu, Yance menegaskan pihaknya tidak ingin terjadi persaingan tidak sehat. “Kita harap pemerintah jaga keseimbangan. Kita sama-sama cari makan juga,” ucapnya. Mereka berharap kehadiran DAMRI dapat memperluas akses transportasi darat yang aman dan terjangkau. Sementara itu, para sopir Hilux tetap siap melayani masyarakat dengan penuh semangat dan keyakinan, selama masih mau berusaha, rezeki tidak akan ke mana.[CR1-NAL]
