Tiga Pekan Lebih, Bangkai KM Mulia Belum Terlihat

0
Untitled-1

AKP Okto Samosir,SH

Merauke, PSP –  Sudah tiga pekan lebih, Yusuf Supriadi, ABK KM MULIA, yang mengalami musibah diterjang ombak di perairan Arafura, Kabupaten Merauke, Kamis (24/2), belum juga diketahui nasibnya hingga saat ini. Sementara 17 ABK yang selamat, sudah pulang ke Jakarta, oleh pihak perusahaan.

Kapolres Merauke melalui Kasat Polairud, AKP Okto Samosir,SH, mengemukakan, pihaknya belum ada menerima informasi dari kapal-kapal yang baru pulang melaut, soal informasi ABK yang menjadi korban musibah laut tersebut. Begitu juga dengan, bangkai kapal yang sebelumnya, tenggelam setelah diterjang ombak.

“Sampai sekarang ini, belum ada informasi. Mungkin saat kejadian juga, kapal mungkin terseret arus,” beber Kasat Polair, kepada media ini, kemarin.

Kasat Polair menyebut, kepulangan ABK itu dibagi dua gelombang oleh pihak pemilik kapal/perusahaan. Pertama, 11 orang, lalu disusul 6 orang lainnya. Mereka juga sudah dimintai keterangan oleh petugas atas insiden yang terjadi. Setelah itu, mereka baru pulang ke Jakarta guna menggelar acara syukuran keselamatan dan mengirim doa agar rekan mereka juga segera bisa ditemukan. Meski demikian, bila suatu saat dibutuhkan oleh petugas, mereka akan dipanggil kembali.

“Kita juga tidak mungkin membiarkan mereka di sini, dikuatirkan nanti stress. Karena, pasti, dari mereka juga ada yang trauma,” ujar AKP Samosir. 

Sebelumnya, keterangan yang diperoleh bahwa saat kejadian itu kapal berlayar menuju Kali Kumbe dengan membawa 18 ABK termasuk dengan nahkoda. Dalam perjalanan cuaca laut buruk dan ombak setinggi 3,5 meter menghantam kapal dari sebelah kiri. Nahkoda kemudian memerintahkan semua ABK menggunakan life jaket, demi keselamatan. Dalam sekejap juga, kapal terbalik dan nahkoda kembali memerintahkan semua ABK untuk bersatu memegang kapal. Akibat ombak besar,  sebagian ABK terpisah. Untungnya, tidak berselang lama, sekitar 10 menit pasca kejadian,  datang kapal KM.BAHARI JAYA menolong ABK yang hanyut dari kapal, lalu menolong yang masih berpegangan di kapal. Hanya saja, rekan mereka Yusuf, sudah terpisah dan tidak tau dimana.  Pencarian tidak bisa dipaksanakan, lantaran ombak besar dan  KM BAHARI pun melanjutkan perjalanan ke Kumbe. Tapi, nahkoda KM.MULIA, sudah menyampaikan informasi ke kapal yang masih berada di belakang, soal informasi hilangnya ABK nya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *