Pelayanan Vaksinasi Booster Akan Berlangsung, Usai Pelayanan Vaksinasi Siswa
Ilustrasi Vaksin
Merauke, PSP – Plelayanan vaksinasi booster untuk sementara di beberapa puskesmas-puskesmas belum bisa berjalan maksimal, pasalnya ada beberapa puskesmas yang masih terus melakukan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua pada siswa usia 6 sampai 11 tahun dan terbatasnya stok vaksinasi jenis booster, sehingga untuk sementara pelayanan vaksinasi booster belum bisa terlaksana.
Melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Seravina M. Dumatubun mengatakan, S.Tr.Keb manyampaikan, untuk sementara stok vaksinasi jenis booster yang tersedia saat ini tentu sebanyak 13 viel, dan rata-rata untuk pelayanan vaksinasi jenis booster pada masyarakat secara umum belum bisa dilaksanakan, karena partisipasi masyarakat dalam pelayanan vaksinasi booster.yang kurang.
“Dan memang vaksinasi jenis booster yang dilaksanakan oleh puskesmas-puskemas saat ini hanya di instansi-instansi, itupun jika ada surat pemberitahuan dari instansi terkait, maka puskesmas terdekat akan langsung melakukan pelayanan vaksinasi booster, dan untuk pelayanan vaksinasi booster pada masyarakat tergantung berapa banyaknya masyarakat yang mau ikut vaksinasi booster,” Kata Seravina saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (15/3/22).
Tambahannya, diperkirakan untuk pelayanan vaksinasi booster akan berlangsung secara maksimal ketika puskesmas-puskesmas telah usai dalam melakukan pelayanan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua di sekolah-sekolah, maka kami berharap bagi masyarakat yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua harap bisa lakukan vaksinasi booster di puskesmas terdekat.
“Namun bagi masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua harap bisa berkunjung pada puskesmas terdekat, untuk bisa dijadwalkan pelayanan vaksinasi secara bersamaan, karena memang untuk vaksinasi ada beberapa syarat tertentu yang harus penuhi, kemudian untuk pencapaian vaksinasi dosis pertama di kabupaten merauke sudah mencapai 90%, sedangkan vaksinasi dosis kedua masih dibawah rata-rata,” terangnya. [RADE-NAL]
