Petani Titipkan Harapan di Momen Hari Kopi Nasional

0
Suasana ngopi bareng di momen Hari Kopi Nasional di RKD cafe, Jumat (113).

Suasana ngopi bareng di momen Hari Kopi Nasional di RKD cafe, Jumat (11/3). Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Momen Hari Kopi Nasional yang jatuh pada 11 Maret 2022 kali ini, diharapkan bisa menjawab cita-cita dan harapan para petani kopi, khususnya yang ada di Kabupaten Merauke. Harapan itu tidak muluk-muluk, yakni bisa mensejahterakan petani itu sendiri.

Hal itu disampaikan petani kopi asal Muting, I Nengah Sugiana saat menghadiri ngopi bareng dalam rangka ‘Hari Kopi Nasional’ di Rumah Kopi D’waroeng (RKD) Jumat (11/3) malam.

I Nengah mengatakan, para petani kopi membutuhkan peran dari semua stakeholder agar mendukung petani kopi. Dengan demikian, apa yang menjadi harapan mereka yaitu perekonomian bisa berjalan dengan baik bisa terwujud. Ia sendiri sudah menggeluti menanam kopi sejak tahun 1996 silam, sejak mulai menginjakkan kaki di Merauke, atas program pemerintah, transmigrasi. Kopi Muting sendiri, baru mulai dikenal masyarakat Merauke, beberapa tahun belakangan ini lewat promosi dari pemilik café RKD.

“Saat ini juga kami sedang menggarap lahan sekitar 3 hektar untuk kopi. Semoga ada dukungan dari instansi pemerintah maupun pihak lainnya,” ujar I Nengah.

Owner RKD, Jasman Tristanto, penggagas kegiatan ngopi bareng tersebut juga mengaku, ingin membuahkan hasil dalam perkembangan kopi Merauke. Target ke depannya ingin mensejahterahkan petani kopi Merauke, khsususnya di Muting, Ulilin, Bupul dan Sota. Makanya, dalam momen tersebut, pihaknya sengaja mengundang dinas terkait, petani, penikmat kopi hingga para pelaku usaha.

“Momen ini salah satu upaya mengangkat brand kopi lokal, agar jangan dikuasai investor lain,” jelasnya.

Kopi Muting sendiri, sebut Jasman, sudah sampai di Jakarta bahkan manca Negara, seperti Prancis, Italia, Oman, Abudabi dan Arab Saudi. Sampel kopinya sudah ada yang dikirim ke luar negri lewat teman-teman pegiat usaha kopi. Lewat diskusi dan ngopi bareng ini, pihaknya ingin mendapat dukungan dukungan sehingga bisa memproduksi kopi Muting yang jumlahnya banyak dan ada marketnya.

“Ini kegiatan perdana. Insya Allah berkesinambungan untuk hari kopi Internasional yang jatuh 1 Oktober 2022 mendatang dan semoga mendapat respon dari pemerintah maupun sektor swasta lainnya,” kata Jasman.

Jasman menambahkan,  masih seputar upaya promosi, RKD juga menggelar ‘Kopi Muting Meleleh’. Dimana, para penikmat kopi bisa datang dan menikmatinya secara gratis. Tapi ada syaratnya, minum kopi tanpa gula.

Kabid Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Nuraini mengapresiasi kegiatan yang digelar RKD bersama sponsornya. Pihaknya juga siap mendukung petani kopi agar lebih maju lagi ke depannya. Namun perlu ada sinergitas  semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, mulai proses tanam hingga panen, hasilnya bisa terpasarkan. Bahkan, diharapkan ke depannya, ada brand kopi asli Merauke.

“Artinya, ketika panen, sudah jelas ada penjualannnya. Proses dari hulu ke hilir harus berjalan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Merauke, Ir.Untung Sangaji,M,Hum, selaku penikmat kopi dan memiliki brand kopi, turut meyampaikan dukungan bagi petani kopi.  Menurutnya, kopi Papua, dari daerah mana saja, bagus, tergantung, siapa yang mengelolanya.

“Berapa pun nanti hasil petani, saya siap menampung. Karena, sekarang ini saya juga sedang menguji kopi Muting,” ujar Kapolres.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *