Sikapi Kematian Seorang Pelajar, RSAL Lakukan Sidang Etik

0
Untitled-2

Letkol dr.Nursito

Norbert : Saya akan Kawal Terus Prosesnya Sampai Selesai

Merauke, PSP – Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke akan melakukan sidang etik  secara internal.  Hal itu buntut dari kematian pelajar yang sempat viral di media sosial Jumat (25/2), sekitar pukul 20.00 WIT.

Sementara sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak RSAL sudah bertemu dengan pihak keluarga.

“Prosesnya tetap berlanjut dan bisa dimonitor keluarga, biar prosesnya betul-betul terbuka,” ujar Kepala RSAL Merauke, Letkol dr.Nursito, di hadapan keluarga almarhumah, di RSAL, Sabtu (26/2).

Kejadian itu juga menurutnya, menjadi masukan yang sangat berarti bagi pihaknya dalam perbaikan pelayanan. “Kami juga  meminta maaf atas ketidaknyamanan malam itu,” ucapnya.

dr.Nursito menyebut, pihaknya tidak mau meraba-raba, atas kejadian tersebut. Namun, dalam proses sidang etik lah nanti yang menjelaskan.  Sidang etik yang dimaksud akan melibatkan petugas yang yang sedang bertugas malam itu. Karena, secara standar pelayanan, RSAL sendiri sudah ada SOP nya, seperti RS lainnya. Di sisi lain, pihaknya juga ada keterbatasan, ketiadaan dokter anak.

Di tempat yang sama, mewakili pihak keluarga, Nobert Tebay menyebut pihaknya akan terus mengawal proses  yang dilakukan  RSAL. “Yang jelas, saya akan mengawal prosesnya sampai selesai,” tegasnya. 

Nobert juga mengaku, jika yang memviralkan kematian adiknya itu di medsos, dia sendiri. Dimana, dalam video tersebut, ia menyebut akan melapor ke Bupati Merauke dan meminta pertanggungjawaban dari pihak RSAL.

Video tersebut dibuat oleh pihak keluarga, sebagai bentuk kekecewaan, lantaran tidak mendapat penanganan sesuai dengan apa yang diharapkan, yakni pertolongan pertama. Sebelumnya  pihak keluarga menggotong almarhumah menuju RSAL untuk mendapatkan penanganan pertama, karena mengalami sesak napas dengan menumpangi mobil pick up. Sayangnya, setiba di RSAL, mereka tidak mendapat penanganan sesuai dengan apa yang diharapkan dan mendapat jawaban petugas yang kurang memuaskan. Dari sana, pihak keluarga kemudian membawa almarhumah ke RSUD Merauke, dengan maksud untuk mendapat penanganan juga. Namun, apa yang diharapkan, juga tidak ada hingga akhirnya sang adik menghembuskan nafas terakhirnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *