Ulangan Semester Akhir SD Santa Theresia Buti Terapkan Tatap Muka
Penanggung Jawab Sementara, SMP YPPK Santa Theresia Buti, Ledgerus W. Adi
Merauke, PSP – Ulangan semester akhir Sekolah Dasar (SD) YPPK Santa Theresia Buti terapkan pembelajaran secara tatap muka, penerapan pembelajaran ini dilakukan dengan tetap menatuhi protokol kesehatan, dalam proses ulangan semester juga pihak sekolah memfasilitasi siswa yang benar-benar tidak mengikuti ulangan semester di sekolah karena pandemi Covid-19.
Guru Agama Katolik Ludgerus W. Adi selaku penanggung jawab sementara saat di temui mengatakan, proses ulangan semester akhir ini kami sudah lakukan dari tanggal 29 November hingga nanti selesai di tanggal 8 Desember 2021, untuk waktu ulangan semester kami lakukan selama kurang lebih 60 menit untuk kelas kecil dan 90 menit untuk kelas besar. Antusias orang tua wali murid sangat aktif serta mendukung penuh anaknya belajar di sekolah, karena hampir sebagian orang tua wali murid menjaga anaknya ujian di sekolah dari awal hingga selesai.
“Kami juga sangat berharap pada orang tua wali murid untuk tetap mendukung dan mendampingi anaknya belajar di rumah, sehingga siswa dapat menganut ilmu dengan baik, dan juga jika siswa belajar dirumah, kami sangat berharapa pada orang tua wali murid untuk dapat mendampingi dan membimbing anaknnya belajar dirumah, dan jangan sekali-kali orang tua wali murid yang bekerja seluruh tugas sekolah yang di berikan oleh guru pada murid,” ujar Ludgerus saat di temui di sela-sela kesibukannya, Kamis (2/12/21).

Sambungnya, kami dari pihak sekolah juga selalu melakukan kunjungan di rumah-rumah siswa dengan tujuan mendengar keluhan dan masukan dari pihak orang tua wali murid, terkait masalah pembelajaran di sekolah, dan ini kami datang khusus pada siswa yang memang jarang masuk sekolah, kami juga selalu memberikan pemahaman pada orang tua wali murid tentang pentingnya pendidikan, sehingga orang tua wali murid benar-benar mendukung penuh anaknya belajar di sekolah.
“Harapan kami pada orang tua wali murid agar tetap, memberikan kekebasan dan ruang pada anak untuk terus belajar baik di rumah maupun disekolah, karena jika orang tidak memberikan ruang untuk anak belajar, maka anak tersebut tidak akan berkembang secara indivdidu, oleh karena itu sangat di harapan pada orang tua wali murid untuk jangan mengerjakan tugas anaknya dirumah, tetapi orang tua wali murid tetap menjadi mentor untuk dampingi anak belajar di rumah,” pungkasnya. [RADE-NAL]
