Waspadalah, Penipuan Mengatasnamakan Bea dan Cukai

0

Merauke, PSP – Kepala Bea dan Cukai Merauke, Dian Monas Kaban didampingi kepala seksi kepatuhan internal dan penuyuluhan Bea dan Cukai Merauke, Rommy Ardianto meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea dan Cukai. Dirinya mengatakan, Bea dan Cukai tidak pernah memungut uang pembayaran pajak atas barang melalui nomor rekening pribadi.

“ Kita sudah menyampaikan di media-media sosial kami terkati masalah penipuan yang mengatasnamakan Bea dan Cukai. Bea Cukai masa sekali tidak melakukan pungutan-pungutan yang sifatnya tidak masuk ke Negara karena pembayaran di kami semua sifatnya online langsung ke Negara,” kata Dian saat ditemui media ini di ruang kerjanya belum lama ini.

Untuk itu, jika masyarakat ada yang menerima pesan pribadi yang mengatasnamakan Bea dan Cukai agar terlebih dahulu melakukan konfirmasi kembali kepada petugas Bea dan Cukai.

“ Sehingga hal-hal yang memang bagi masyarakat-masyarakat yang mendapatkan informasi atau WA atau apapun itu yang menyampaikan itu atas nama Bea dan Cukai silahkan konfirmasi dulu kepada kami,” jelasnya.

Bea Cukai telah mengidentifikasi sejumlah modus penipuan yang marak terjadi di masyarakat. Misalnya, pelaku mengaku sebagai petugas dan menginformasikan kepada calon korban bahwa ada kiriman paket dari luar negeri untuk korban yang tertahan di Bea dan Cukai.

Setelah itu pelaku meminta korban untuk mengirimkan uang untuk membayar pajak dari paket atau barang tersebut. “Memang ada beberapa kali, rata-rata modusnya tidak langsung  atas nama Bea Cukai. Rata-rata umumnya kemarin mereka dapat kiriman paket dari luar negeri, isinya salah satunya ada uang disitu berapa milar lah. Cuma tertahan di Bea Cukai, karena harus bayar pajak dan lain-lain, orangnya bingung, habis itu untuk bayarnya transfer kesini tapi transfernya tidak ke rekeningnya Bea Cukai tapi  kerekening orangnya untuk dibayarkan ke Bea dan Cukai. Memang beberapa itu langsung lapor kesini dan kita sampaikan langsung intinya jangan percaya itu penipuan,” pungkasnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *