Kisah inspiratif, Mahasiswa Papua Berjualan Sayuran Menggunakan Gerobak

0
Mahasiswa Papua Penjual Sayuran Menggunakan Gerobak Keliling

Mahasiswa Papua Penjual Sayuran Menggunakan Gerobak Keliling. Foto: PSP/CR1

Merauke, PSP – Mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Katolik (STK) Santo  Yakobus Merauke, Yosep Y. Cabuy menjadi contoh yang baik untuk kaula muda. Diusia nya yang masih muda, ia tidak malu menjual sayur menggunakan gerobak.

Yosep menceritakan awal dia bisa berjualan sayur menggunakan gerobak. Kegiatan keseharian yang dilakukan ini awalnya terinspirasi dari salah satu pedagang buah dipasar Wamangu yang bernama  Angga. Berawal sering beli buah-buahan, akhirnya yosep sering mengobrol dengan angga. Lalu Angga menawarkan untuk berjualan buah di pasar Wamangu.

“Ketika saya ditawarkan untuk menjual buah, awalnya saya merasa tidak bisa karena malu.Tetapi Angga  mas masih memberikan kesempatan kepada saya untuk pulang pikir-pikir dan hilangkan rasa malu,” ucap Yosep saat ditemui saat ,menjajakan buah belum lama ini.

Setelah berpikir matang, kata Yosep, saya langsung bertemu Angga. Dan Angga pun menerima dengan senang hati untuk bergabung bersama dalam menjual buah-buahan. Ia berjualan buah selama satu minggu, tetapi Angga menawarkan untuk coba menjual sayur menggunakan gerobak keliling. Tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil keputusan untuk menjual sayur menggunakan gerobak.

“Karena awal yang baik saya melakukan peminjaman uang dari pedagang buah sebesar Rp 200.000 ribu, untuk membantu membeli sayuran dan lainnya. untuk kegiatan seharian saya sampai saat ini masih berjalan dan saya sudah ganti uang yang dipinjam sebagai modal awal,” ungkapnya

Sebagai pemuda Papua, kata dia, jangan pernah merasa minder dengan apa yang kita lakukan, karena ketika yang kita lakukan itu adalah hal yang baik, tentu kita harus tegarkan semangat untuk melakukan hal yang baik. Yosep juga berpesan saling menghargai antara satu sama lain itu penting dan karena tanpa orang lain kita tidak bisa melakukan apa-apa begitupun sebaliknya, kita ada saudara dari Sabang sampai Merauke. [CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *