Sempat Tawuran, Dua Sekolah Akhirnya Berdamai

0
Penyelesaian keributan antara siswa SMK Santo Antonius dan SMA Negeri 1 Merauke di ruang SPKT Polres Merauke, Rabu (229).

Penyelesaian keributan antara siswa SMK Santo Antonius dan SMA Negeri 1 Merauke di ruang SPKT Polres Merauke, Rabu (22/9). Foto: PSP/JON

Merauke, PbP – Rabu 22 September 2021 telah terjadi aksi tawuran antar pelajar yang melibatkan 2 sekolah yaitu SMK Santo Antonius dan SMA Negeri 1 Merauke.

Kejadian tawuran tersebut viral setelah ada masyarakat sekitar yang mengambil video kejadian tersebut dan menguploadnya di Media sosial. Kanit SPKT 3 Polres Merauke, Ipda Hasan Umanahu saat ditemui wartawan mengatakan bahwa kejadian tersebut telah ditangani oleh anggota Polres Merauke dan telah diselesaikan secara kekeluargaan di ruang SPKT Polres Merauke, Rabu (22/9)

“ Tapi permasalahannya kedua belah pihak serta kedua orang tua korban itu sudah sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan kami dari Polres Merauke sudah memediasi untuk membuat surat pernyataan,” kata Ipda Hasan.

Ipda Hasan menerangkan kejadian tawuran antar siswa tersebut dipicu oleh adanya siswa dari SMK Santo Antonius yang pada pagi hari ingin membeli minuman di suatu kios. Namun di kios tersebut ada salah satu oknum siswa SMA Negeri 1 yang dalam keadaan mabuk dan memalak serta memukul siswa SMK Santo Antonius tersebut.

“ Anak SMK tadi pulang ke sekolah lapor ke kaka kelasnya bahwa dia dipukul, kakak kelasnya tanya siapa yang memukul, yang memukul itu anak SMA negeri 1,” tutur Ipda Hasan.

Akibat hal tersebut, lanjut Hasan, siswa-siswa SMK Santo Antonius tidak terima dan langsung mendatangi SMA Negeri 1 untuk mencari siswa yang telah memukul siswa SMK Santo Antonius.

“ Akhirnya mereka dari anak STM tidak terima, datang ke sekolah itu langsung disana mungkin tidak disambut baik dengan SMA 1 disana maka terjadilah tawuran,” lanjutnya.

Pada saat itu, guru-guru yang berada di sekolah mencoba untuk melerai keributan tersebut, namun karena jumlah siswa yang datang sangat banyak sehingga guru-guru tidak dapat menenangkan siswa-siswa tersebut.

Keributan tersebut terhenti setelah anggota dari Polres Merauke tiba di SMAN 1 dan mengamankan beberapa siswa. Kejadian tersebut mengakibatkan kaca-kaca di beberapa ruangan menagalami pecah dan ada 2 siswa yang mengalami luka akibat kejadian tersebut.

“ Kaca-kaca ruangan SMA Negeri 1 sempat gugur, karena dilempari terus ada korban 2 orang yang dianiaya,” tambahnya.

Meskipun begitu, keributan antar sekolah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.  “Intinya mereka akan berdamai dan kedepan tidak akan terjadi lagi tawuran seperti ini. Kami sudah tuangkan dalam surat pernyataan ini bahwa apabila kedepan kedua belah pihak ini siapa yang memulai atau melakukan tawuran lagi maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku di NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Santo Antonius, Hoppy Istiawan menghimbau kepada anak didik maupun alumni SMK santo Antonius untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang dapat merugikan sekolah karena permasalahan tersebut telah selesai di SPKT Polres Merauke secara kekeluargaan.

“ Saya sampaikan kepada siswa-siswi SMK Santo Antonius dan Alumni mari kita bergandengan tangan, kita ini bersaudara, mari kita rajut silaturahmi kita. Kita sudah selesaikan semua permasalahan yang terjadi baik keluarga, orang tua dan sekolah antara kami dan SMA 1 sudah selesai dan damai,” ucapnya singkat. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *