Keberatan Didenda, Puluhan Sopir Datangi DPRD

0
RDP DPRD Bersama Puluhan Sopir Truk

RDP DPRD Bersama Puluhan Sopir Truk. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Puluhan sopir truk mendatangi kantor DPRD Merauke guna menyampaikan beberapa keluhan. Kedatangan para sopir ini sebagai buntut dari ditangkapnya beberapa sopir hingga harus membayar denda yang nilainya ratusan juta Rupiah. 

Koordinator sopir, Dominikus Buliba Gebze menyebutkan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan para sopir agar kirannya seluruh jajaran di pemerintah daerah bisa membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Pertama, kita minta untuk temen-teman sopir trek khusus galian C bisa beraktifitas kembali. Kami minta untuk proses ini ada dari pemerintah bisa mengambil kebijakan tentang lokasi dimana yang bisa digali,” terangnya usai rapat dengar pendapat, di Ruang Sidang DPRD, Selasa (24/8/2021).

Domin menyebutkan bahwa alasan terbesar dari para sopir adalah akibat geram karena didenda dengan nilai yang sangat fantastis.  “Mereka memang sudah tidak nyaman, sudah resah. Dari penangkapan bulan april, ada yang dilepas ada yang tidak. Ada yang diminta uang 100 juta, ada yang dibilang bisa keluar tapi harus bayar 300 juta. Kalau diperda denda seperti ini Cuma 1,5 juta,” sebutnya.

Atas keresahan tersebut, para sopir meminta agar sekiranya ada Kapolres Merauke diganti.   “Satu yang paling keras itu memang yang kami minta surat yang sudah kami layangkan memang kami minta untuk kapolres diganti, karena sudah tidak nyaman. Jaman Kapolres Marpaung itu aman dan nyaman sekali. Ketika beliau hadir, bukan tidak nyaman lagi, resah,” pungkasnya.

Salah satu supir, Hendrikus mengatakan ia beserta para supir lainnya sudah 3 bulan kebelakang ini tidak berani muat pasir setelah beberapa teman seprofesinya ditangkap oleh pihak kepolisian.

Terlebih, lanjut Hendrikus, supir diminta uang yang begitu besar agar para supir dan truk yang ditahan bisa dibebaskan. “ Jadi kita ini ragu-ragu, kan masalah dendanya juga kitakan tidak bisa tawar menawar, jadi kita juga mau lanjutkan pekerjaan (muat Pasir) itu kan kita takut, masalah denda inikan kita trauma,” Hendrikus menyampaikan.

Untuk itu, Ia bersama supir lainnya mendatangi kantor DPRD Merauke untuk menyampaikan keluh kesah mereka yang dialami beberapa bulan ke belakang ini. “ Kita tenangkan dulu dirumah, mungkin ada pengangkutan lain ya kita layani dulu. Diharapkan mungkin kita bisa kembali berjalan lagi kedepannya,” pungkasnya.[WEND/JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *