Polisi Tangani Penemuan Mayat di Lampu Satu
Kasubag Humas, AKP Ariffin, S. Sos
Merauke, PSP – Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasubbag Humas AKP Ariffin, S.Sos mengatakan bahwa anggota Polres Merauke saat ini sedang menangani kasus penemuan mayat seorang pria berumur 31 Tahun bernama Marius Toffy yang ditemukan tak bernyawa di gudang es yang berada di Jalan Menara Lampu Satu, Kamis (17/6).
Kasubag humas mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Merauke untuk dilakukan penyelidikan terkait kasus temu mayat tersebut.
AKP Arifin menjelaskan, kronologis penemuan mayat tersebut diketahui oleh saudara kandung korban yang disuruh istri korban untuk mengecek korban di Gudang Es Lampu Satu.
“ Diketahui Kronologis kejadiannya pPada hari Kamis tanggal 17 juni 2021, sekitar jam 14.30 wit bertempat di gudang pabrik es lampu satu jl.menara lampu satu kelurahan Samkai kabupaten Merauke yangg mana Fransiskus Frengky Toffy adalah saudara kandung korban sendiri mendapat telepon dari istri korban untuk meminta tolong ke gudang untuk mengecek/memanggil korban kemudian setelah saksi datang dan mengetuk jendela kamar korban namun tidak ada suara,” jelas Kasubag Humas.
Namu karena tidak ada jawaban, saksi Fransiskus Frengky Toffy lalu mendobrak pintu kamar tersebut dan menemukan korban sudah terbaring dengan posisi tengkurap.
“ Kemudian saksi mempunyai firasat tidak enak kemudian langsung mendobrak pintu kamar korban lalu masuk melihat korban yang sudah tengkurap. Kemudian saksi membungunkan korban namun saksi melihat korban sudah tidak bernyawa dan saksi melihat badan korban yang sudah kaku, kemudian saksi membalik korban sambil menangis dan saksi langsung memberitahu keluarga yang lain untuk datang melihat korban, kemudian dengan kejadian ini saksi dan keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,” lanjut Kasubag Humas.
Setelah melakukan olah Tkp oleh Tim Identitifikasi Polres Merauke kemudian Korban dibawa ke rumah sakit umum merauke untuk di periksa oleh dokter dan selama pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. “ Diduga korban meninggal kerena sakit karena ditemukan ditubuh korban dalam keadaan membiru dan hitam sebagaimana orang meninggal karena sakit pada umumnya, namun tim buser tetap akan lakukan penyelidikan sebab sebab kematian korban.” Pungkasnya.[JON-NAL]
