Bappeda Dan Puskesmas SamkaiCek Keberadaan Anak Stunting
Anak -anak komplek perumahan Kaliweda. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Dalam rangka Evaluasi Kinerja Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting Tahun 2021, Bappeda Litbang dan pihak Puskesmas Samkai mengecek keberadaan anak – anak stunting di wilayah kerja kesehatan Puskesmas Samkai, Senin ( 7/6).
Kepala Bidang Pemerintahan Dan Pembangunan Manusia Bappeda Litbang Romanus Kande Kahol,S.IP,M.Si mengatakan, pengecekan atau audit data anak stunting ini merupakan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Stunting berupa 40 Kampung Lokasi Prioritas (LOKPRI) Penanganan dan Pencegahan Stunting Kabupaten Merauke Tahun 2021, sebagai dasar Prioritas Perencanaan Pembangunan pada Tahun 2022.

“Ini RAD dalam rangka penanggulangan stunting, dimana perhatian ekstra perlu diberikan pemerintah menyangkut kesehatan dasar masyarakat khususnya periode awal pertumbuhan dan perkembangan anak – anak Papua,” singkat Kahol kepada wartawan saat mengecek anak – anak di komplek kumuh perumahan Kaliweda kemarin.
Dilanjutkan Kahol mengacu pada data Dinas Kesehatan terdapat 12 titik wilayah kumuh di Kota Merauke memiliki anak – anak kekurangan gizi.
“12 titik wilayah kumuh diseputaran Kota Merauke turut andil dalam angka kasus Stunting mengingat pola hidup, makan, dan sanitasi,” katanya.
Menurutnya, dibutuhkan kerjasama lintas sektor serta peran aktif bukan hanya Dinas Kesehatan namun juga jajaran SKPD, PKK, Distrik, Keluraha juga tenaga Kader Kesehatan guna mengehentaskan stunting di Merauke. Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Samkai Paskalina Tikalaka,SKM menyebutkan, bahwa sesuai data di aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPBGM), di Puskesmas Samkai sendiri terdapat 22 anak mengalami stunting. “Baahkan data ini bisa melebihi, karena tingkat kesadaran memeriksakan diri rutin ke Posyandu baru mencapai 52 persen sehingga keberadaan anak stunting belum terpantau dan terdata sepenuhnya,” katanya. [ERS-NAL]
