Wabup Apresiasi Polri Tangkap Terduga Teroris
Wakil Bupati, H. Riduwan
Merauke, PSP – Wakil Bupati Kabupaten Merauke, Riduwan menegaskan bahwa aksi terosisme dimanapun dan dilakukan oleh siapapun, sesungguhnya tidak bersumber dari ajaran agama. Ia meyakini, bahwa semua agama mengajarkan kedamaian dan kerukuan, serta melarang keras segala bentuk kekerasan.
“Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan untuk mengadakan perusakan pembunuhan, memecah belah umat, mendendam dan sebagainya. Teroris itu kan mengatasnamakan agama, itu sebetulnya tidak. Itu memanfaatkan agama untuk kepentingan mereka sendiri. Indonesia dari dulu sudah berbeda. Perbedaan itulah yang menjadi kekuatan kita untuk maju diseluruh sektor di Indonesia,” tegasnya melalui sambungan telepon, Selasa (1/6/2021.
Namun demikian, Riduwan juga mengapresiasi atas langkah dan upaya seluruh jajaran Polres Merauke yang telah mampu menangkal masuknya terduka pelaku teroris di Merauke, bahkan sebelum para teroris beraksi.
“Saya menyatakan apresiasi kepada densus 88, yang dengan kordinasi yang dikoordinir oleh Polres Merauke, telah berhasil menangkal terorisme di Kabupaten Merauke. Karena sebelum kejadian, sudah diketahui dan sudah ditangkap,” terangnya.
Untuk membasmi para teroris, Riduwan mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama, bahu membahu menangkal masuknya ideologi terorisme di Merauke.
“Saya mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Merauke, terutama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat, tetap mempererat tali silaturahmi, mempererat tali persatuan di Kabupaten Merauke. Kita harus bisa hidup dengan siapapun, tanpa membedakan agama, suku, ras dan golongan. Kita juga harus waspada kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang baru, yang menurut kita mencurigakan . kita harus bisa membentengi anak-anak kita dari para teroris, karena saya dengar mereka telah merekrut anak-anak muda Merauke untuk ikut gabung,” imbaunya.
Ia menambahkan, falsafah Izakod Bekai Izakod Kai sebagaimana yang telah dirumuskan oleh para pendahulu Merauke seyogianya dirawat secara bersama-sama, tanpa takut dengan siapapun.
“Siapapun yang akan memecah belah bangsa, merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan, merusak saran prasarana ibadah, dan teroris, maka itulah musuh kita yang harus kita perangi dan kita lawan, agar kita bisa hidup aman, tentram dan damai,” pungkasnya. [WEND-NAL]
