Kerusuhan di Lapas Merauke, 2 Napi Meninggal Dunia
Beberapa orang diamankan pasca kerusuhan di lapas kelas IIB Merauke. Foto: PSP/JON
Merauke, PSP – Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) kelas IIB Merauke sekitar pukul 16.30 Wit, Sabtu (8/5). Kerusuhan tersebut mengakibatkan 2 (dua) warga binaan Lapas Kelas IIB Merauke meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sesama napi di dalam sel lapas. Kedua korban tersebut berinisial EG dan SB.
Plh Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Adhi Nugroho Utomo, S. Sos kepada wartawan mengungkapkan kedua korban dikeroyok karena dicurigai memiliki ilmu hitam. Hal tersebut berkaitan dengan adanya satu warga binaan lainnya yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, yang mana para napi menduga kematiannya tersebut disantet oleh kedua korban.

“Sebetulnya kita sudah mengantisipasi dan mengamankan warga binaan atas nama Rikcy Tanggapimu di sel isolasi, kita pisahkan mereka karena memang dia juga mau dikeroyok. Kelompoknya ini kita tidak kalau ada anggotanya, jadi anggotanya inilah yang di keroyok oleh mereka. Ini terkait dengan yang meninggal, yang diduga terkena ilmu hitam. Picu kemarahan mereka pas dengar dia meninggal di rumah sakit, langsung di sini bergejolak dan kedua orang itu dikeroyok hingga meninggal,” jelas Adhi, Sabtu (8/5).
Setelah kejadian tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan razia senjata tajam dan menemukan puluhan senjata tajam, seperti gunting, pisau dan senjata tajam lainnya di dalam lapas.
“ Sebelum Ramadhan kemarin kita sudah sweeping gabungan, kita tidak temukan (Sajam). Jadi entah itu masuk lagi dari mana, kita akan selidiki barang ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M. Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, S. IK mengatakan, setelah kejadian kerusuhan anggota Sat Reskrim Polres Merauke langsung melakukan penyelidikan dan untuk sementara 8 orang diamankan untuk dimintai keterangan.
“ Kita masih mencari saksi-saksi, tadi kita amankan juga cukup banyak barang bukti seperti alat-alat tajam yang mereka buat sendiri,” tutur Kasat Reskrim.[JON-NAL]
