Pendukung dan Simpatisan YY Tegaskan Boikot PSU

0
Aksi demo hari kedua (2)

Aksi demo hari kedua. Foto: PSP/VER

Tanah Merah, PSP – Kembali para pendukung Yusak Yaluwo dan Yakobus Weremba lakukan aksi demo pada Sabtu (27/3) tepatnya di depan rumah kediaman YusakYaluwo. Aksi demo masih dengan tuntutan yang sama yakni menolak putusan MK terkait dengan diskualifikasi Pasangan YY dan dilakukan Pemungutan Suara Ulang PSU. Dalam aksi demo tersebut masyarakat menolak keras pelaksanaan PSU, serta akan memboikot PSU di kabupaten Boven Digoel.

Selaku Wakil Bupati terpilih Yakobus Waremba saat ditemui di sela-sela aksi demo katakan demo yang disampaikan pada hari kedua ini masih dengan tuntutan yang sama yakni, menolak PSU dan akan memboikot PSU.  Jika hal ini dipaksakan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan aksi demo yang dilakukan akan berlangsung selama 90 hari kedepan, sesuai dengan putusan MK untuk PSU selama 90 hari kedepan.

“Sesuai dengan putusan MK bawasannya pelaksanaan PSU akan dilakukan selama 90 hari kedepan, maka aksi demo damai yang dilakukan juga akan kita lakukan selam 90 hari kedepan sampai tuntutan kami di tanggapi pemerintah pusat maupun provinsi,”pungkasnya.

Sementara itu Selaku Sekertaris tim YY Adrian Lakalau saat menyampaikan orasinya mengatakan tidak ada upaya lain selain melakukan aksi demo agar pemerintah bisa mendengar aspirasi masyarakat dan mengambil langkah-langkah, demi stabilitas keamanan daerah pemerintah harus mengambil sikap apalagi Boven Digoel merupakan gerbangnya NKRI diwilayah perbatasan.

Dikatakan Adrian, aksi demo damai akan kembali dilakukan pada Senin (29/3), dan mereka minta Kapolres dan Dandim 1711/BVD untuk memfasilitasi para pendemo bertemu dengan 20 anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel. “Jika hal ini tidak dilakukan maka masyarakat sendiri yang akan mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi ini, karena DPRD merupakan wakil dari rakyat. Selain itu Pemerintah Daerah, KPUD dan LMA harus ikut mempertanggung jawabkan 16.319 suara yang sudah disalurkan secara demokrasi,” ujarnya.

“Yang jelas aspirasi ini akan kita lakukan terus-menerus sampai ada jawaban dari pemerintah pusat dalam hal ini gubernur sebagai perwakilan provinsi pusat untuk tanggapi hal ini. Kalau pemerintah tidak melantik Bupati terpilih, maka kita minta kepada Gubernur untuk melantik Bupati terpilih dengan UU otsus,”tegasnya. Pantawan media ini pelaksanaan demo damai berjalan lancar, dan dikawal ketat oleh pihak TNI/Polri. Adapun beberapa juga tuntutan yang disuarakan melalui tulisan, diantaranya menolak APBD Boven Digoel untuk PSU. Tolak pemotongan dana kampung untuk PSU dan tolak potongan uang lauk pauk PNS untuk PSU. “Kami menolak PSU karena sudah menyalurkan hak suara pada 28 Desember lalu kalau di paksakan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka minta kepada Presiden  Menkopulhukan serta Mendagri untuk menerima aspirasi masyarakat ini. Dan aksi demo ini akan kembali di gelar pada senin hari ini. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *