Kantor Disdukcapil Disatroni Pencuri
Berkas-berkas di kantor Disdukcapil yang berantakan, usai disatroni maling. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Minggu (21/2) malam, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kebupaten Merauke dibobol oleh orang tak bertanggungjawab. Atas kejadian ini, diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta.
Kepala Dinas Dukcapil, Paino saat dikonfirmasi di kantornya, tepatnya di depan RSUD Merauke, Senin (22/2) membeberkan bahwa kejadian bermula saat ia masuk kantor pagi sebagimana biasanya.
Namun, kedatangannya disambut oleh laporan dari salah satu pengawainya yang mengatakan bahwa semua pintu telah dibobol. Selanjutnya ia mengecek, dan ia temukan semua berkas dalam kondisi berantakan.
“Saya cek palfon atas itu sudah dibolol dan diperkirakan mereka masuk ke ruang serfer, dengan membobol pintu tripleks dengan pisau terus ambil laptop dua. Kemudian mereka memecahkan kaca komputer. Terus masuk keruangan saya dan mengambil blangko KTP kurang lebih 50 keping. Mungkin dikira kita menyimpang uang disitu, padahal cuma dokumen-dokumen. Kurang lebih 36 jutaan, tapi kan yang saya sayangkan laptop yang hilang itu isi data-data. Nanti akan terkendala laporan bulanan. Mudah-mudahan segera ketemu laptopnya,” bebernya, Senin (22/2).
Untuk mengusut dan mengejar para pelaku, Paino mengaku langsung melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Paino menambahkan, bahwa faktor besar terjadinya kasus ini akibat tidak adanya pengamanan dan wilayah kantor merupakan daerah rawan kejahatan.
“Kita kan memang disitu daerah rawan, kemudian kantor sendiri kan safetynya kurang. Dinding atas masih terbuat dari triplek. Disitu juga tempat anak-anak muda nongkrong,” ujarnya.
Menurutnya, insiden itu terjadi diatas jam 00.00 malam. Namun, ia akan menanyakan kepada petugas satpam yang berjaga untuk mendapat informasi yang lebih akurat nantinya. Ia juga mengetahui apa yang tejadi, sekitar pukul 08.00 Wit kurang, saat masuk kantor. Di sana, terlihat sarana dan prasarana yang berantakan dan rusak. Di kantor itu juga ditemukan pisau dan bekas tripleks yang dibelah. ada juga bekas kaki, di bawah ventilasi, yang diduga jalur pelaku masuk.
Untuk itu, Paino akan mengumpulkan semua bidang-bidang dan melakukan rapat bersama denga teknisi. Hal ini guna mengetahui data yang hilang maupun data yang dibutuhkan dalam pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, bisa dicarikan solusi atau jalan keluar, agar pelayanan tetap berjalan, meski agak terkendala. Untuk data yang hilang maupun kerugian materil, akibat pencurian dengan pengrusakan itu, sementara sedang dalam penghitungan.
“Dalam pelayanan, harus ada klarifikasi data dulu dari pusat ke sini. Kita harus antisipasi atas data yang hilang,” pungkasnya. Kapolres Merauke melalui Kasubag Humas, AKP Ariffin,S.Sos, mengemukakan kasus pencurian tersbeut sedang dalam penanganan Satuan Reskrim. Penyidik tengah melakukan olah TKP, sambil melakukan pengembangan penyelidikan di lapangan. [FHS-NAL]
