Logo MRQ

Logo HUT Merauke Ke-119

Diduga Plagiasi, Zem: Waktu Sangat Mepet

Merauke, PSP – Beberapa masyarakat menilai bahwa gambar kepala Rusa yang ada dalam logo HUT Merauke ke-119 adalah plagiat dan bukan merupakan hasil karya asli panitia atau berdasarkan hasil lelang dari masyarakat umum.

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Merauke ke-119, Zem R. Imbenai mengatakan bahwa pembentukan panitia dilakukan dengan waktu yang sangat mepet dengan hari H. Sehingga, panitia memiliki keterbatasan waktu untuk mempersiapkan segalanya yang berkaitan dengan pelaksanaan HUT Merauke.

“Pertama memang kita panitia ini, dibentuk pada 1 Februari, sehingga untuk logo, diskusi dengan teman-teman kemudian ada masukan dari pimpinan daerah untuk menyampaikan agar logo didesain sesederhana mungkin, karena waktu sangat terbatas dengan menggunakan icon-icon Merauke yang ada,” kata Zem, di posko HUT Merauke, Kamis (11/2).

Zem menambahkan, atas dasar keterbatasan waktu itu, pada akhirnya Bupati memberi intruksi agar paling tidak logo dirancang secara sederhana, namun bisa memberikan makna dan gambaran yang utuh tentang Kabupaten Merauke.

“Yang sederhana saja yang penting bisa dimaknai. Paling tidak itu menggambarkan kebersamaan kita untuk bagaimana kita menjaga persatuan dan keberagaman kita di Merauke. Sehingga atas dasar masukan dari pimpinan daerah seperti itu, kita coba mendesain logo yang seperti itu,” pungkasnya.

Adapun makna dari logo HUT Merauke ke-119 terdiri dari 3 (tiga) unsur yang berbeda yaitu Anim Ha, Kandara dan Rusa. Dari 3 unsur tersebut masing memiliki makna, pertama, Anim Ha adalah manusia marind sejati yang mendiami tanah Yalmasu Anim. Kemudian, Kandara adalah simbol adat budaya yang menghubungkan jati diri. Sementara Rusa merupakan salah satu ikon kota Merauke karena Merauke lebih dikenal dengan sebutan kota rusa. Sehingga, makna dan filosofi logo hari jadi Merauke ke-119 secara keseluruhan dapat diartikan bahwa kesejatian Anim Ha di tanah Yalmasu Anim terbentuk dari unsur-unsur budaya dan jati diri yang dipersatukan menjadi ikon kota Merauke yang dicintai dan dibanggakan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *